Tepat 40 Hari Tragedi Kanjuruhan, Posko Crisis Center PBNU Ditutup

  • Whatsapp
Foto : Ketua PCNU serahkan Laporan posko crisis center kepada wakil ketua PBNU
Foto : Ketua PCNU serahkan Laporan posko crisis center kepada wakil ketua PBNU

MALANGSATU.ID – Posko Crisis Center PBNU yang berada di Kabupaten Malang (kantor PCNU Kab Malang) resmi ditutup bertepatan dengan peringatan 40 hari tragedi Kanjuruhan, Rabu, 8/11/2022.

Bacaan Lainnya

Pada penutupan posko crisis center tersebut dilakukan secara sederhada dikantor PCNU Kabupaten Malang yang di hadiri oleh wakil ketua PBNU sekaligus penanggungjawab posko crisis center PBNU tragedi Kanjuruhan, KH Fahrurrozi.

Tampak hadir juga ketua tim posko crisis center yang juga ketua OCNU Kabupaten Malang, KH Hamim Kholili, didampingi jajaran pengurus PCNU Kabuoaten Malang dan juga anggota tim posko crisis center.

Dakam kesemoatan tersebut, KH Fahrurrozi menyampaikan bahwa tugas dari tim posko crisis center telah selesai sesuaibtugas yang diberikan oleh PBNU.

“Kita telah melaksanakan tugas yang diberikan oleh PBNU, yakni memberikan pelayanan dan memberikan bantuan kepada korban tragefi kanjuruhan”, ujarnya.

Gus Fahrur, biasa dipanggil mengatakan bahwa tim posko crisis center telah menyelesaikan tugasnya selama 40 hari sejak kejadian tragefi kanjuruhan.

“Tim telah melakukanpendataan korban dan melakukan verifikasi data korban, baik yang meinggal dan mengalami luka-luka, ada 135 korban meninggal dunia dan lebih dari 400 orang mengalami luka-luka”, terangnya.

Gus Fahrur juga mengatakan bahwa tim Posko crisis center juga telah mendistribusikan bantuan kepada keluarga korban.

“Bagi yang meninggal dunia, kita berikan santunan sebesar 5 juta rupiah, dan yang luka kita juga berikan bantuan, jumlah nya bervariasi sesuai dengan hasil pendataan dan verufikasi dari tim posko”, ujarnya.

Untuk yang meninggal dunia, lanjut Gus Fahrur, bahwa pihaknya telah mendistribusikan kepada 103 keluarga korban yang berada di wilayah Malang Raya.

“Untuk sisanya, yakni korban yang bersal dari luar Malang akan didistribusikan oleh PCNU bersangkutan, kami masih menunggu laoran dari PWNU Jawa Timur”, tandasnya.

Sementara itu, menurut Ketua PCNU Kabupaten Malang KH Hamim Kholili, yang juga ketua posko crisis center, bahwa pihaknya melaksanakan tugas yang telah di berikannoleh PBNU.

“Sejak awal kami lakukan pendataan korban dan melakukan verifikasi data korban, kemudian kita distribusikan santunan kepada keluarga korban, kami juga lakukan homevisit kepada keluarga korban dan korban luka sekaligus memberikan trauma healing”, terangnya.

Gus Hamim juga mengatakan bahwa tim posko crisis center bekerja dengan membagi tugas untuk masing-masing devisi.

“Kita bagi menjadi 4 divisi, ada divisi data, divisi distribusi bantuan, divisi trauma healing, dan divisi advokasi”, ujarnya.

Gus Hamim menyampaikan bahwa semua telah bekerja sesuai tugas nya sehingga hari ini selesai dan menyampaikan laporan kepada PBNU.

” Hari ini posko kita tutup, dan kita sampaikan semua laporan kepada PBNU sebagai pemberi tugas, semoga bantuan yang diberikan dapat sedikit membantu para korban”, ujarnya.

Dalam laporan tersebut, Gus Hamim mengatakan bahwa ada beberapa rekomendasi yang disampaikan, baik internal maupun untuk eksterbal.

“Rekomendasi juga kita sampaikan, baik internal maupun eksternal, rekomendasi eksternal diantaranya adalah bahwa pendampingan untuk korban luka dan keluarga korban meninggal harus terus dilakukan oleh pihak pemerintah, dengan melakukan trauma healing, ini penting karena banyak keluarga korban dan korban luka yang mengalami trauma”, jelasnya.

Gus Hamim mengatakan bahwa tim LKKNU akan terus melakukan pendampingan trauma healing bagi korban yang membutuhkan.

“Kita akan lakukan terus untuk trauma healing bagi kirban yang membutuhkan, dan akan dilakukan oleh LKKNU”, pungkasnya. (*)

Pondok Pesantren di Malang

Pos terkait