Rawan Longsor Akibat Perubahan Iklim, LPBINU Kab Malang Ingatkan Warga Terkait Pelestarian Lingkungan

  • Whatsapp
Foto : Ketua LPBINU Kab Malang (kanan) Abdul Basyit
Foto : Ketua LPBINU Kab Malang (kanan) Abdul Basyit

MALANGSATU.ID – Antisipasi perubahan iklim, pengurus LPBINU Kabupaten Malang himbau masyarakat untuk waspada terjadinya bencana alam terutama bencana longsor, hal ini mengingat kondisi geografis wilayah Kabupaten Malang yang terdiri dari perbukitan dan tebing sering memicu terjadinya bencana tanah longsor.

Bacaan Lainnya

Pemicu longsor dan bencana alam yang terjadi akhir-akhir ini juga disebabkan perubahan cuaca ekstrem di masa peralihan dari musim kemarau ke musim hujan.

Seperti disampaikan oleh Ketua Pengurus Cabang (PC) Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Alam Nahdlatul Ulama (LPBINU) Kabupaten Malang, Abdul Basyid bahwapihaknya meminta masyarakat untuk waspada karena adanya perubahan iklim.

“Perlu diwaspadai daerah-daerah yang rawan terjadi bencana karena perubahan iklim, seperti halnya tanah longsor,” ujarnya, Selasa (27/09/2022).

Abdul Basyit mengingatkan pentingnya memantau struktur hunian masing-masing yang berpotensi terjadi pergeseran tanah hingga menyebabkan tanah longsor.

“Kami selalu ingatkan pada setiap kesempatan bahwa jangan sampai ada penebangan liar. Kemudian, jika pemukiman warga berpotensi longsor tinggi, maka bisa dilaporkan ke Pemerintah Kabupaten Malang untuk membangun infrastruktur tanggul bangunan atau penahan tanah,” ujarnya.

Abdul Basyid juga menjelaskan bahwa dalam waktu dekat, pihaknya akan turun ke majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) se Kabupaten Malang untuk mensosialisasikan peningkatan kapasitas pengetahuan Nahdliyin terkait mitigasi kebencanaan.

“Program tahun pertama kami di bidang pelestarian lingkungan hidup yakni memetakan titik-titik mana yang perlu dilakukan penanaman pohon kembali. Ini kami lakukan agar alam tetap lestari, dan meminimalisir kebencanaan,” pungkasnya. (*)

Pondok Pesantren di Malang

Pos terkait