Pemkab Malang Targetkan Akhir 2023 Zero Stunting

  • Whatsapp
Foto : Bupati Malang saat berikan sambutan pada rembuk stunting di Kepanjen
Foto : Bupati Malang saat berikan sambutan pada rembuk stunting di Kepanjen

MALANGSATU.ID – Pemkab Malang menggelar rembug stunting yang di gelar di Kepanjen, Rabu 7/9/2022.

Bacaan Lainnya

Pada kesempatan tersebut Pemkab Malang menargetkan di akhir tahun 2023 mendatang, Kabupaten Malang sudah zero stunting.

Hal ini disampaikan oleh Bupati Malang, dan saat ini kasus stunting di Kabupaten Malang sudah turun hingga 8,1 persen atau sekitar 6.224 jiwa Balita stunting yang tersebar di 50 desa di Kabupaten Malang. Sedangkan di bulan Januari 2022 lalu, menurut Bupati Malang, angka stunting di Kabupaten Malang tembus hingga 11 ribu kasus stunting.

“Tapi per bulan Agustus kemarin tersisa sekitar 6.224 saja atau tersisa 8,1 persen,” ujarnya.

Bupati Malang memgatakan bahwa hal ini menandakan jika intervensi penanganan stunting dilakukan secara benar, intensif dan serius, maka angka kasus stunting di Kabupaten Malang bisa terus berkurang, bahkan dirinya berani pasang target jika diakhir tahun 2023 mendatang, Kabupaten Malang sudah zero stunting.

Bupati Malang, HM Sanusi mengatakan bahwa penanganan stunting itu sendiri, diakuinya tidak bisa dilakukan secara parsial, tapi butuh kolaborasi antar lembaga pemerintah sesuai dengan tugas masing-masing. Contohnya seperti di DPPKB, Dinkes, DPKPCK, hingga di Dispendik semua nya harus terlibat mulai penanganan hingga edukasi ke masyarakat.

“Kalau ditangani dengan benar, hanya dalam kurun waktu 8 bulan bisa disembuhkan. Makanya nanti DPPKB lewat PPKBD nya yang berjumlah sekitar 3 ribu orang ini akan kita minta untuk menangani 2 balita resiko stunting sehingga hasilnya efektif,” ujarnya.

Bupati Malang mencontohkan keberhasilan menangani stunting tersebut seperti yang ada di Bantur. Dari 205 balita resiko stunting saat ini hanya tersisa 3 balita saja.

Menurutnya keberhasilan menurunkan stunting seperti yang ada di Bantur ini bisa dijadikan role model bagi daerah lainnya. Ia mencatat saat ini ada 50 desa yang angka kasus stuntingnya cukup tinggi. Salah satunya seperti di Pujon yang tembus hingga 1.060 kasus. Ia meminta harus dicari penyebabnya agar bisa ditangani dengan baik.

“Dari hasil rembug seperti ini kita bisa temukan solusinya meski angka stunting sudah turun hingga 8,1 persen bahkan jauh lebih baik dari Nasional yang masih 23 persen, kita harus temukan solusi cepat agar tertangani dengan baik,” ungkapnya.

Bupati Malang, HM Sanusi, mengatakan jika berhasil maka Kabupaten Malang bisa jadi contoh model penanganan stunting Nasional.

Bupati kemudian menegaskan bahwa cara penanganannya adalah dengan menerapkan pola hidup sehat, makanan sehat dan asupan vitamin yang cukup.( *)

Pondok Pesantren di Malang

Pos terkait