Mantabkan Ideologi Pancasila, UKM PIB Unira Malang Gelar Diskusi Publik Penerapan Pancasila

  • Whatsapp
Foto : UKM PIB Unira Malang gelar diskusi publik penerapan pancasila
Foto : UKM PIB Unira Malang gelar diskusi publik penerapan pancasila

MALANGSATU.ID – Unit Kegiatan Mahasiswa Pengawal Ideology Bangsa (UKM PIB) Universitas Islam Raden Rahmat Malang (Unira Malang), menggelar Diskusi Publik Penerapan Sila-sila Pancasila yang bertempat diInspirasi Kopi Kepanjen, Kamis 30/6/2022.

Bacaan Lainnya

Kegiatan merupakan program kerja tahunan UKM PIB Unira Malang dan dalam tema kali ini berisi tentang bagaimana menerapkan sila-sila Pancasila dikalangan mahasiswa unira.

Diskusi menghadirkan pemateri dari beberapa dosen Unira Malang diantara Davis Ubaidillah Assidiq, M.Pi dan Dewi Ambarwati, MH yang merupakan dosen di Program Studi Ilmu Pemerintahan.

R Fajar Meditama, M.Pd yang merupakan pembina UKM PIB menyebutkan bahwa kegiatan diskusi publik ini sangat penting dilakukan secara rutin mengingat mahasiswa merupakan generasi muda yang memiliki peranan penting dalam proses maju dan berkembangnya suatu bangsa.

Lebih lanjut perempuan yang juga menjadi Dosen Teknik Mesin Unira Malang mengatakan bahwa diskusi penting untuk menambah wawasan dan mengasah olah pikir kritis mahasiswa.

“Diskusi tentang Pancasila penting dilakukan untuk menjawab tantangan bangsa saat ini dan dimasa depan dalam upaya mewujudkan cita-cita bangsa sebagaimana termaktub dalam Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan republik Indonesia 1945”, ujarnya.

Menurut Fajar, kegiatan diskusi ini dihadiri oleh seluruh anggota UKM PIB dan juga perwakilan dari seluruh UKM di Unira malang.

Seperti yang di sampaikan ketua pelaksana, Shinta Okta Nur laila bahwa melalui kegiatan ini harapannya akan memberikan kesan yang sangat baik bagi peserta dan para anggota UKM sendiri khususnya, selain itu luaran dari kegiatan ini juga akan dijadikan cambuk semangat Unit kegiatan mahasiswa Pengawal ideologi bangsa (UKM PIB)  yang  jauh lebih baik lagi dan satu langkah untuk bisa maju kedepan.

Sementara itu, dalam papaaranya menurut Davis Ubaidillah bahwa Pancasila merupakan sebuah ideologi yang bersifat terbuka, artinya pancasila senantiasa bergerak seiring dengan perkembangan aspirasi masyarakat yang sesuai dengan dinamika kehidupan bangsa Indonesia dan tuntutan perkembangan zaman.

Davis juga menjelaskan bahwa Pancasila sebagai ideologi terbuka mengandung nilai-nilai dasar, salah satunya adalah nilai dasar.

“Pancasila merupakan dasar negara Indonesia yang memuat nilai-nilai luhur sebagai pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara terutama dalam lingkup mahasiswa Unira Malang”, terangnya.

Davus juga menjelaskan bahwa Pancasila merupakan dasar negara dan ideologi negara Republik Indonesia. Dasar negara merupakan landasan dan fondasi negara, artinya penyelenggaraan pemerintahan negara berpedoman pada Pancasila. Dengan kata lain, Pancasila juga disebut dengan ideologi negara. 

“Ideologi adalah ide, konsep, gagasan, dan cita-cita. Dalam pengertian yang lebih luas, ideologi juga merupakan pedoman dan pandangan hidup bagi bangsa. Tidak hanya secara keseluruhan, makna Pancasila juga terdapat pada masing-masing sila di dalamnya”, jelasnya.

Lebih lanjut, Dewi Ambarwati yang juga menjadi salah satu nara sumber menjelaskan bahwa nilai dasar Pancasila adalah asas-asas yang diterima sebagai dalil yang bersifat mutlak. Nilai dasar diterima sebagai suatu yang benar atau tidak perlu dipertanyakan lagi.

“Nilai-nilai dasar dari Pancasila adalah nilai Ketuhanan, nilai Kemanusiaan, nilai Persatuan, nilai Kerakyatan dan nilai Keadilan. Nilai dasar ini merupakan esensi dari sila-sila Pancasila yang bersifat universal sehingga dalam nilai dasar tersebut terkandung cita-cita, tujuan, serta nilai-nilai yang baik dan benar”, terangnya.

Menurut Dewi Ambarwati bahwa cita-cita dan tujuan negara tercantum dalam pembukaan Undang-Undang Dasar atau UUD 1945. Nilai dasar yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945 dijadikan tertib hukum tertinggi, sumber hukum positif, dan sebagai pokok kaidah negara yang fundamental.

“Artinya mengubah pembukaan UUD 1945 yang memuat nilai dasar ideologi Pancasila sama halnya dengan membubarkan negara. Nilai dasar dalam pembukaan dijabarkan dalam pasal-pasal UUD 1945 yang mengatur tentang lembaga negara, hubungan antar lembaga, serta tugas dan wewenang penyelenggara negara”, pungkasnya. (*)

Pondok Pesantren di Malang

Pos terkait