Bupati Malang Buka Pendidikan Latihan Dasar CPNS

  • Whatsapp
Foto : Bupati Malang saat membuka pendidikan latihan dasar cpns kab malang
Foto : Bupati Malang saat membuka pendidikan latihan dasar cpns kab malang

MALANGSATU.ID – Bupati Malang, HM Sanusi membuka Pendidikan Latihan Dasar bagi 200 Calon Pegawai Negeri Sipil di lapangan Polbangtan Kota Malang, Senin (25/7/2022).

Bacaan Lainnya

Bupati Malang, HM Sanusi dalam sambutanya menyamoaikan bahwa dirinya meminta kepada peserta Diklat untuk serius mengikuti berbagai materi pelatihan yang disampaikan pengajar.

Diera zaman yang semakin maju dengan berbagai permasalahan yang cukup komplek ini menuntut adanya PNS yang responsif dan antisipatif menuju kinerja aparatur yang baik dan bersih.

“Gak boleh stagnan, harus responsif, antisipatif dan inovatif,” tandasnya.

HM Sanusi mengatakan bahwa Pelatihan Dasar seperti ini dinilai sangat penting untuk dilakukan. Pasalnya lewat diklat tersebut ASN akan dibekali dengan materi beragam, didalamnya termasuk wawasan kelimuan dan pola pikir kinerja yang profesional. Sehingga dirinya berharap peserta diklatsar tersebut dapat lulus, minimal dengan nilai Cukup memuaskan.

“Ikuti dengan serius, lewat Diklatsar seperti ini minimal nilai yang harus dicapai adalah Cukup Memuaskan,” ujarnya.

Bupati Malang mengingatkan, CPNS peserta Diklat tersebut harus siap-siap diberhentikan sebagai CPNS. Hal ini perlu ia sampaikan, bukan untuk menakut-nakuti tapi untuk memberikan semangat dan motivasi agar perserta Diklat mampu melahap semua materi dengan baik.

“Bukan menakuti-nakuti ya, kan di Pasal 7 ayat 2 peraturan lembaga administrasi nomor 1 tahun 2021 sudah dijelaskan Dikaltsar yang wajib diikuti CPNS ini . Isinya terdiri dari latihan kemandirian, mikro learning, Distance learning dan Pembelajaran sikap,” terangnya.

Bupati Malang, HM Sanusi melanjutkan bahwa hasilnya nanti akan diterapkan saat mereka sudah mengabdikan diri di masing-masing OPD sehingga menentukan karir kedepan dengan monitoring kinerja dari Tim Penilai Kinerja (TPK) BKPSDM.

Sementara itu, menurut Kepala BKPSDM, Nurman Ramdansyah merinci 200 orang CPNS peserta Diklat tersebut terdiri dari 58 laki-laki dan 142 perempuan.

“Sementara untuk posisi jabatan, 152 CPNS berasal dari jabatan fungsional sisanya adalah jabatan pelaksana.” Kata Nurman.

Metode diklat itu sendiri, kata Nurman dilakukan Blanded Learning alias campuran.

“Jadi ada yang kita laksanakan secara Online, tapi juga ada tahapan yang dilakukan secara offline dengan kita asramakan mereka selama seminggu,” ujar Nurman Ramdansyah.

Soal materi Diklat itu sendiri, Nurman menjelaskan jika banyak variasi Diklat yang disampaikan meliputi pendidikan karakter, wawasan kebangsaan hingga disiplin.

“Karena tujuannya diharapkan kedepan ini CPNS tersebut akan menjadi PNS profesional menuju God Government,” pungkasnya. (*)

Pondok Pesantren di Malang

Pos terkait