Jual Olahan Kuliner Hasil Laut , Poklahsar Mina Jaya Mandiri Kuatkan Ekonomi Nelayan Kondang Merak

  • Whatsapp
Foto : Jual Kuliner Hasil laut Kondangmerak
Foto : Jual Kuliner Hasil laut Kondangmerak

MALANGSATU.ID – Kelompok Pengolah dan Pemasaran (Poklahsar) Mina Jaya Mandiri berupaya menguatkan perekonomian Nelayan Pantai Kondang Merak dengan berjualan olahan kuliner hasil laut.

Bacaan Lainnya

“Kami ingin membantu peningkatan ketahanan ekonomi keluarga nelayan lewat usaha pengolahan ikan,” tandas
Ketua Poklahsar Mina Jaya Mandiri Kondang Merak, Wiji Lestari, Minggu (26/6/2022).

Seperti diketahui Pantai Kondang merak yang terletak di Desa Sumberbening, Kecamatan Bantur Kabupaten Malang, merupakan salah satu pantai di pesisir Kabupaten Malang, dengan lanskap pantai yang tenang dikelilingi hutan lindung yang tersisa di Malang Selatan.

Kondang Merak tidak hanya hutan dan pantainya yang masih bagus dan alami, tapi juga menyimpan surga lain yaitu wisata kulinernya, mulai dari Sate Tuna, Ikan Bakar, Udang Manis, Lobster, Oseng Gurita dan lainnya.

Usaha olahan ikan tersebut tak lepas dari usaha ibu-ibu Poklahsar Mina Jaya Mandiri Kondang Merak dalam membantu menguatkan ketahanan ekonomi keluarga nelayan, selain bergantung pada usaha perikanan tangkap bapak-bapak nelayan.

Dalam gathering nelayan pertama se-Kabupaten Malang di Pantai Kondang Merak beberapa waktu lalu, ibu-ibu Poklahsar, Mina Jaya Mandiri ini menampilkan produk lain hasil olahan di Bazar Nelayan.

Yakni mulai dari Otak-otak Ikan, Bakso Tuna, Bakso Gurita, Sempol Ikan, Rendang Tuna, Abon Ikan, Stik Ikan , Ikan Asin , Dendeng Ikan dan lainnya.

Hal ini juga agar dapat menjadi inspirasi Kelompok Usaha Bersama (KUB) nelayan se-Kabupaten Malang yang hadir dalam memfasilitasi ibu-ibu di kelompok mereka masing-masing.

Diversifikasi produk ini menjawab tantangan bahwa ibu-ibu nelayan juga mampu mandiri dan berdaya saing dengan produk-produk non perikanan dalam membuat olahan ikan yang juga tidak kalah bergizi dan enak.

“Biasanya Kami setiap Hari Sabtu /Minggu merupakan kunjungan paling ramai pasar ikan segar dan Bazar Olahan ibu-ibu untuk memenuhi rasa ingin tahu pengunjung yang berwisata di Pantai Kondang Merak. Para wisatawan membelanjakan uangnya untuk membeli olahan berbagai jenis ikan sehingga dampaknya ada tambahan ekonomi bagi keluarga nelayan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Sahabat Alam Indonesia (SALAM), Andik, yang mendampingi nelayan Kondang Merak turut memberikan apresiasi. “Yang dimaksud kampung nelayan mandiri adalah setiap aktifitas mereka harus dari, oleh dan untuk warga sendiri. Salah satunya implementasi usaha pengolahan ibu-ibu nelayan dengan mengeluarkan produk-produk hasil dari olahan berbahan lokal yaitu harusnya setiap warung atau stand jualan menjual produk-produk dari desa / kampung itu sendiri. Mulai dari minuman, snack hingga makanan berat. Sehingga perputaran ekonomi warga terus disitu, keuntungannya tidak keluar desa seperti jika Kita menjual produk-produk sachet dan kemasan,” tutur Andik.

Dikatakannya, proses tersebut memang tidak mudah, karena harus meminimalisir rasa malu, takut tidak laku, takut tidak enak dan lain-lain.

“Karena semua itu bisa dievaluasi bersama, karena wisatawan jauh-jauh dari kota ingin menikmati suasana baru baik dari segi alam maupun produk-produk warga. Jika Kita menjual produk yang sama dengan yang di kota, orang juga akan malas membeli dan bosan. Sehingga jika membelipun maka keuntungan uangnya juga akan ikut keluar. Berbeda jika itu produk lokal seperti produk-produk hasil olahan perikanan dan perkebunan warga, maka dapat meningkatkan perekonomian dan memberdayakan masyarakat desa,” pungkasnya. (*)

Pondok Pesantren di Malang

Pos terkait