Memaknai Hari Pohon Sedunia, Begini Sorotan Kritis Founder SALAM

  • Whatsapp
Foto : Andik Syaifudin.
Foto : Andik Syaifudin.

MALANGSATU.ID – Keberadaan pohon mempunyai fungsi vital bagi peradaban di jagad ini. Memaknai peringatan Hari Pohon Sedunia yang jatuh pada 21 November 2021, Founder Lembaga Konservasi dan Pemberdayaan Masyarakat Sahabat Alam Indonesia (SALAM) memberikan sorotan kritis.

Bacaan Lainnya

” Ada tiga (3) hal penting terkait peringatan hari pohon sedunia. Bisa disingkat 3 “Si”. Yakni pentingnya akan literasi konservasi, mitigasi dan adaptasi,” tutur Founder Lembaga Konservasi dan Pemberdayaan Masyarakat Sahabat Alam Indonesia (SALAM), Andik Syaifudin, Senin (22/11/2021).

Dikatakannya, penguatan literasi konservasi dalam hal mitigasi dan adaptasi daerah rawan bencana selalu dianggap remeh, buang uang dan waktu, padahal ketika terjadi bencana biaya penanganan dampak dan recovery / pemulihannya lebih mahal dari pada upaya pencegahannya.

Diungkapkannya, kegiatan tematik dinilai bagus sebagai kampanye upaya pelestarian lingkungan, jika dilakukan secara kesadaran dan aksi yang kolektif serta berkelanjutan

“Cuman mengingatkan jangan sampai terjebak di kegiatan menyenangkan sendiri, menjadi aktivis level sosmed, car free day, cafe dan zoominar, tapi tidak pernah terjun ke lapangan mengurai masalah,” ungkapnya.

Dijelaskannya, menanam pohon itu bagus. Kegiatan baik dan sedekah luar biasa. Tapi jika menanam 1 pohon caption drama, tapi setelah itu pohon itu mati atau tidak, tidak ada yang mau tahu dan tidak ada kelanjutan maka menjadi hal yang mubazir.

Dikatakannya, proses merawat, edukasi sosialisasi dan pendampingan serta pelibatan masyarakat hingga mencari solusi masalah-masalah yang ada di sekitar area rawan bencana atau yang dilakukan penanaman pohon tidak dilakukan, sama dengan sia-sia.

“Mitigasi bencana sebetulnya lebih murah dan mudah, sayang kebanyakan orang bakal lebih memilih rekonstruksi pascabencana yang sulit dan rumit. Mari belajar lewat proses bukan lewat kejadian,” pungkasnya. (*)

Pondok Pesantren di Malang

Pos terkait