Kejari Kabupaten Malang Dampingi Perumda Jasa Yasa Amankan Aset Songgoriti

  • Whatsapp
Foto : Penandatanganan kesepakatan antara Perumda jasa Yasa dan BON Kota Batu disaksikan kasi Datun Kejari kab malang
Foto : Penandatanganan kesepakatan antara Perumda jasa Yasa dan BON Kota Batu disaksikan kasi Datun Kejari kab malang

MALANGSATU.ID – Kejari Kabupaten Malang dampingi Perumda Jasa Yasa amankan aset Songgiriti dari penyerobotan pihak lain dan sukses melakukan mediasi pembatalan peta bidang Songgoriti atas nama Tjipto Candra yang dikeluarkan BPN Kota Batu. Mediasi antara Perumda Jasa Yasa dan BPN Kota Batu dilakukan di kantor Kejari Kabupaten Malang, Rabu (24/11/2021).

Bacaan Lainnya

Dalam mediasi tersebut, kedua belah oihak sepakat bahwa Songgiriti merupakan aset pemerintah Kabupaten Malang yang terpisahkan dan dikelola oleh Perumda Jasa Yasa sebagaimana dasar kepemilikan yang tertuang dalam HPL No. 1 tahun 1991 yang terletak di Desa Songgokerto Kota Batu, Sehingga aset Songgoriti merupakan hak Perumda Jasa Yasa dan berhasil diamankan.

Menurut Kasi Datun Kejari Kabupaten Malang, Indra Timoti menjelaskan perihal mediasi pembatalan peta bidang Songgoriti itu.

“Kami mendapat permohonan bantuan hukum dari Perumda Jasa Yasa terkait diterbitkannya peta bidang nomor 213/2021 tertanggal 2 Maret 2021 yang tercatat diajukan oleh Tjipto Candra,” ujarnya.

Datun Kejari Kabupaten Malang, Indra Timoti mengatakan, karena Perumda Jasa Yasa memiliki bukti-bukti yang kuat, maka mengajukan bantuan hukum kepada Kejari Kabupaten Malang.

“Tanah atas peta bidang tersebut adalah kepemilikan Perumda Jasa Yasa berdasarkan sertifikat hak kepengelolaan nomor 1 tahun 1991, dimana itu aset Pemkab Malang,” ungkapnya.

Menurutnya, bukti-bukti yang diserahkan berupa Sertifikat Hak Kepengelolaan, memang benar tercatat atas nama Perumda Jasa Yasa. Karena itu sudah Melalui proses peradilan.

“Jasa Yasa dulu pernah menggugat. Jasa Yasalah Pemenangnya,” sebut Timoti.

Hal tersebut, menurut dia, berdasarkan keputusan Mahkamah Agung nomor 454K/PDT/1998.

“Berdasarkan hal itu, hak pengelolaan ada pada Jasa Yasa. Karena tiba-tiba diterbitkannya peta bidang itu, ada potensi sengketa antara Perumda Jasa Yasa dengan BPN Kota Batu,” tuturnya.

Maka dari itu, pihaknya dalam hal ini Kejari Kabupaten Malang berupaya melakukan mediasi.

“Karena ini sama-sama dari pemerintahan, antara Perumda Jasa yasa dan BPN Kota Batu, maka Kejaksaan tidak bisa memberikan bantuan hukum dari salah satu pihanyan. Makanya diberikan jasa hukum lain yang berbentuk tindakan hukum lainnya,” ujarnya.

“Dimana tindakan hukum lain dari kita Jaksa pengacara negara sebagai mediator dan tidak memihak manapun,” sambungnya.

Sementara itu, Plt Dirut Perumda Jasa Yasa, Husnul Hakim, MH. menyambut baik atas mediasi pembatalan peta bidang Songgoriti atas nama Tjipto Candra tersebut.

“Kami tentunya berterimakasih kepada Kejari Kabupaten Malang yang memberikan fasiltasi mediasi terkait pembatalan peta bidang Songgoriti tersebut,” ucapnya.

Menurut Husnul Hakim, MH. bahwa aset pemkab Malang harus diselamatkan dari pihak-pihak yang ingin menguasai.

“Kita bergerak cepat dalam menyelamatkan dan mengamankan aset-aset pemkab Malang, upaya hukum akan kita tempuh, karena alas hak kepemilikannya juga jelas”, ujarnya

Plt. Dirut Perumda Jasa Yasa menerangkan juga bahwa dalam mediasi di Kejari Kabupaten Malang itu juga dilakukan penandatanganan kesepakatan antara kedua belah pihak terkait pembatalan peta bidang yang telah dikeluarkan oleh BPN Kota Batu.

“Ini artinya secara hukum Songgoriti merupakan aset Pemkab Malang yang dalam hal ini menjadi tanggungjawab Perumda Jasa Yasa”, pungkasnya. (*)

Pondok Pesantren di Malang

Pos terkait