Buat Gaduh Lagi, Ansor Kab Malang Desak Polres Tahan Idris

  • Whatsapp
Foto : Ketua Ansor kab malang (tengah) dalam sebuah acara
Foto : Ketua Ansor kab malang (tengah) dalam sebuah acara

MALANGSATU.ID – Idris Marbawy buat Gaduh lagi dengan membuat video gencet yang dinilai oleh Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Malang tidak senonoh, padahal dalam kasus hoax sebelumnya Idris telah ditetapkan sebagai tersangka dan tidak ditahan oleh polres Malang.

Bacaan Lainnya

Menanggapi hal tersebut, Ansor Kabupaten Malang mendesak polisi segera menahan Idris Marbawy, Desakan itu dilakukan karena Gus Idris dianggap telah membuat keresahan lagi dengan video gancet yang dibuatnya.

Menurut ketua Ansor Kabupaten Malang, Husnul Hakim Syadad bahwa Idris telah membuat kegaduhan lagi dan pihaknya mendesak polres Malang untuk menahan Idris.

“Kami mendesak polisi segera menahan Idris, karena statusnya sudah menjadi tersangka,” ujarnya, Sabtu 11/9/2021.

Husnul Hakim Syadad mengatakan bahwa alasan polres tidak menahan Idris karena dinilai kooperatif, namun kenyataanya Idris berulah lagi dengan membuat kegaduhan dan keresahan dikalangan ulama Kabupaten Malang.

“Dia sudah buat kegaduhan dan keresahan lagi, polres harus segera menahan Idris karena dia sudah tersangka”, ujarnya.

Desakan segera dilakukannya penahanan, kata Husnul, karena menyikapi kegaduhan yang terjadi belakangan ini dengan munculnya sebuah video yang dianggap tidak pantas untuk dipublikasikan.

Husnul mengatakan video gancet yang viral tersebut bisa dengan mudah diakses siapa saja. Dan itu yang menimbulkan kekhawatiran. Sebab, banyak pengguna smartphone yang masih berusia di bawah 18 tahun.

“Karena tidak senonoh videonya. Kan itu ditampilkan seolah-olah riil, kecuali sinetron. Dan sinetron pun tidak seperti itu,” ungkapnya.

“Terlebih lagi, memakai simbol agama dengan membuat video tersebut untuk mengejar viewer, dan itu secara agama jelas tidak senonoh,” ujarnya.

Desakan penahanan terhadap Idris , lanjut Husnul, diharapkan bisa menghentikan kegaduhan di masyarakat.

“Banyak dikeluhkan para kiai dan ponpes kepada kami, yang video terbaru itu,” tandasnya.

Seperti diketahui, Polres Malang menetapkan Idris sebagai tersangka kasus penyebaran berita bohong atau hoaks, 29 Juni 2021 lalu. Idris dijerat Pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 atau Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana Jounto Pasal 55 KUHP.

Selain Idris, ada satu tersangka lain yakni Yan Firdaus juga dikenakan pasal yang sama. Polisi tidak menahan Gus Idris, karena dinilai kooperatif selama penanganan kasus.

GP Ansor tengah mempelajari video yang diunggah di YouTube Gus Idris Official berjudul ‘AZAB BERZINA PASANGAN INI GANCET || K3l4MINY4 GAK BISA LEPAS’. Video itu diunggah akun YouTube Gus Idris Official empat hari lalu.

“Terkait video yang baru ini kami sedang mempelajari dan kemudian kami melalui LBH GP Ansor akan melakukan laporan ke Polres Malang, karena ini meresahkan dan tidak layak lah untuk dipublikasi dan dikonsumsi publik,” pungkasnya. (*)

Pondok Pesantren di Malang

Pos terkait