Satu Warga Positif Covid-19 Tapi Tidak Lapor, Puskesmas Swab PCR Satu Kelurahan

  • Whatsapp
Foto : Pelaksanaan swab di Desa Ardirejo kepanjen
Foto : Pelaksanaan swab di Desa Ardirejo kepanjen

MALANGSATU.ID – Puskesmas Kepanjen menggelar Swab PCR massal kepada puluhan warga Kelurahan Ardirejo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang di Kantor Kelurahan Ardirejo, Kamis (29/7/2021).

Bacaan Lainnya

Swab PCR massal itu dilakukan setelah tim satgas Covid-19 setempat mengendus adanya salah satu warga yang dinyatakan positif Covid-19 beberapa hari terakhir, namun tidak melapor.

“Sebelumnya ada laporan ke Puskesmas bahwa salah satu warga di sini (Desa Ardirejo) positif Covid-19. Kemudian langsung tracing nomor hanphone warga yang bersangkutan untuk dimintai keterangan,” ungkap salah satu perawat Puskesmas Kepanjen, Farida, Kamis (29/7/2021).

Pasca dimintai keterangan terkait siapa saja yang sudah kontak dengannya, Puskesmas Kepanjen segera gerak cepat melakukan Swab PCR ke seluruh warga Keluarahan Ardirejo, termasuk warga yang kontak dengannya sebanyak 39 orang.

“Hasil Swab PCR dari 39 orang ini belum keluar. Selama hasilnya belum keluar untuk sementara waktu harus isolasi mandiri di rumah masing-masing sampai hasilnya keluar,” tutur Farida.

Tidak hanya orang dewasa, di antara 39 warga yang mengikuti Swab PCR itu juga ada juga yang masih balita. Hal itu karena meskipun masih balita namun tidak menutup kemungkinan juga terpapar Covid-19.

“Faktanya pernah ada, bayi yang masih berusia 4 bulan juga dinyatakan positif Covid-19,” terang Farida.

Sementara itu, Wakil Bupati Malang, Didik Gatot Subroto mengatakan bahwa selama ini memang banyak warga Kabupaten Malang yang terpapar Covid-19 yang enggan melapor ke Satgas Covid-19. Sehingga mengakibatkan sulitnya tracing dari pemerintah setempat.

“Kami tidak menampik bahwa kasus Covid-19 di Kabupaten Malang cukup tinggi. Tapi masalahnya banyak masyarakat yang tidak melapor. Sehingga tidak masuk dalam catatan kami,” terang Didik.

Sementara catatan kematian dan kasus Covid-19 yang selama ini dikeluarkan Pemerintah Kabupaten Malang adalah kasus Covid-19 yang dirawat di rumah sakit.

“Kasus kematian akhir-akhir ini di Kabupaten Malang meningkat karena kita tidak tahu mereka positif Covid-19 atau tidak. Sedangkan tracing tidak ada karena tidak pernah ada laporan ke kita Pemkab Malang,” tutup Didik. (*)

Pondok Pesantren di Malang

Pos terkait