Memprihatinkan, 1.400 Pelanggar Prokes Berhasil Ditindak Selama PPKM Darurat

  • Whatsapp
Foto : Petugas saat menggelar operasi yustisi pada saat PPKM Darurat.
Foto : Petugas saat menggelar operasi yustisi pada saat PPKM Darurat.

MALANGSATU.ID – Pelanggar Protokol Kesehatan selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Kabupaten Malang tampaknya masih memprihatinkan.

Bacaan Lainnya

Terbukti, selama 2 pekan PPKM Darurat berlangsung sebanyak 1.400 orang pelanggar protokol kesehatan (prokes) berhasil ditindak oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Malang dalam operasi yustisi.

“1.400 orang pelanggar prokes ini rata-rata tidak menggunakan masker,” ungkap Sekretaris Satpol PP Kabupaten Malang Firmando Hasiholan Matondang saat dikonfirmasi, Jum’at (16/7/2021).

Selain menindak pelanggar perorangan, Satpol PP juga menindak ratusan tempat usaha yang nekat beroperasi melebihi batas waktu yang ditentukan, atau masih melakukan pelayanan ‘dine in’.

“Totalnya, terhitung sejak pelaksanaan operasi yustisi pada 14 Juli 2021 lalu ada 227 tempat usaha yang ditindak,” tuturnya.

Namun begitu, secara umum Firmando menyebut bahwa kesadaran masyarakat terhadap protokol kesehatan cenderung meningkat. Terutama selama PPKM Darurat ini.

“Kami bisa menyebut kesadarannya meningkat, karena dibandingkan jumlah pelanggar dengan sebaran masyarakat Kabupaten Malang itu hanya sekian persen. Apalagi jika dibagi selama PPKM Darurat ini,” katanya.

Bahkan dari catatan yang ia himpun, ia menyimpulkan bahwa 95 persen masyarakat sudah sadar dalam menggunakan masker. Hal itu berdasarkan pantauan yang dilakukan dalam operasi yustisi selama PPKM Darurat berlangsung.

“Jadi saya rasa itu yang penting, setiap operasi yustisi, 95 sampai 98 persen masyarakat sudah sadar dan patuh terhadap protokol kesehatan,” imbuhnya.

Selain itu, dari pantauan di 8 pos penyekatan yang ada di Kabupaten Malang, pihaknya yang bertugas bersama jajaran TNI-POLRI berhasil memutarbalikan 2.736 kendaraan. Sementara itu ada sebanyak 28.463 kendaraan yang diperiksa.

Rinciannya, 12.996 kendaraan roda dua dan 15.467 kendaraan roda empat. Selain itu, ada sebanyak 815 orang yang diharuskan untuk rapid test saat melintas di pos penyekatan. Dari jumlah tersebut diketahui ada 48 orang yang positif dan diarahkan untuk putar balik.

“Kami rapid test antigen, dan yang positif terpaksa kami arahkan untuk putar balik. Tapi disini memang kami (petugas) harus teliti dan cermat. Karena Kabupaten Malang ini daerah perlintasan. Misalnya, ada orang dari Bitar mau kirim telur, atau dari Malang sendiri akan kirim sayur ke Surabaya, gak mungkin asal kita berhentikan. Ini makanya petugas harus cermat dan teliti,” pungkasnya.

Sebagai informasi, selain melakukan penyekatan dan operasi yustisi, selama PPKM Darurat ini berlangsung, pihaknya juga melakukan penyemprotan Disinfektan di sejumlah desa dan kecamatan. (*)

Pondok Pesantren di Malang

Pos terkait