Sosialisasikan Sumber Nafkah Baru Kala Pandemi, Begini Kiprah Kepsek Paud di Kepanjen

  • Whatsapp
Foto : Kegiatan membatik guru paud kepanjen
Foto : Kegiatan membatik guru paud kepanjen

MALANGSATU.ID – Adanya pandemi menuntut daya kreasi tinggi agar bisa eksis dalam menjalankan roda perekonomian menghidupi keluarga sehari-hari.

Bacaan Lainnya

Salah satu kreasi yang keren dan diharapkan menginspirasi adalah pembuatan karya Batik Shibori yang ternyata laku dijual dan lumayan dijadikan sumber penghasilan.

“Alhamdulillah hasil kreasi Batik Shibori laris terjual. Kemarin Kami bisa menjual kain dengan ukuran panjang 200 cm lebar 115 cm dengan harga kisaran Rp. 100.000 s/d 150.000,” tegas
Kepala Sekolah PAUD PKK KB AL-IKHSAN Desa Panggungrejo Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang, Eni Wahyoeti, S. Pd, Selasa (8/6/2021) selaku instruktur pelatihan Batik Shibori.

Ia menjelaskan, telah digelar Parenting Membatik dengan Teknik SHIBORI bersama Wali Murid PAUD PKK KB AL-IKHSAN Desa Panggungrejo Kecamata Kepanjen Kabupaten Malang.

Kegiatan dilaksanakan pada hari Selasa, tanggal 8 Juni 2021 dimulai pukul 08.00 s/d 12.00 WIB.

Adapun pihak penyelenggara yakni Lembaga PAUD PKK KB AL- IKHSAN Desa Panggungrejo.

Kegiatan berlangsung sukses dan diikuti 55 orang tua wali murid.

“Kegiatan ini juga bisa dikatakan sosialisasi untuk mencoba sumber nafkah baru di tengah pandemi disamping untuk melestarikan budaya batik. Selain itu Kami juga ingin meningkatkan kreatifitas dan ketrampilan wali murid,” tuturnya.

“Terkait manfaat, maka Kami jelaskan jika setiap lembaga harus mempunyai karakter (kekhasan) tersendiri, maka batik Kami pakai sebagai karakteristik PAUD kami, jadi inshAllah setiap tahun ajaran, akan kami selenggarakan pelatihan membatik ini. Disamping itu
nanti hasil membatik akan Kami pakai sebagai seragam anak-anak di sekolah dan seragam parenting untuk wali murid,” paparnya.

“Alhamdulillah kegiatan Kami ini disambut dengan sukacita dan sebagian dibuat status ada yang mau dibuat usaha sampingan, ada yang bilang bahwa memang kalau batik mahal itu melalui proses yang rumit, sulit dan butuh ekstra ketelatenan,” urainya.

“Kami senang sekali dan bersyukur. Hasil karya ini bisa dijadikan sumber nafkah kala pandemi. Contohnya saya bikin itu juga sudah banyak yang membeli haskar (hasil karya) batik saya ,” terangnya.

“Saran saya mungkin di lembaga lainnya bisa mengangkat budaya bangsa lewat kegiatan parenting yang bermanfaat. Harapannya ke depan Kami bisa memproduksi untuk melayani seragam lembaga / instansi walau kecil-kecilan,” pungkasnya. (*)

Pondok Pesantren di Malang

Pos terkait