Menginspirasi, Lawan Covid dengan Sebar HS dan Edukasi Prokes

  • Whatsapp
Foto : Lawan Covid dengan Sebar HS dan Edukasi Prokes
Foto : Lawan Covid dengan Sebar HS dan Edukasi Prokes

MALANGSATU.ID – Sisi lain positif adanya pandemi Covid bukan hanya memunculkan karya kreatif namun juga melonjaknya kepedulian kepada sesama.

Bacaan Lainnya

Kepedulian kalangan akademisi di Indonesia layak mendapatkan apresiasi dalam upaya bermitra dengan Pemerintah dalam upaya menghalau Covid dan mengatasi pandemi.

“Kami melakukan Pengabdian Masyarakat Berbasis Potensi (PMBP) menginisiasi kegiatan yang berkaitan dengan keadaan pandemi saat ini, yakni penyuluhan kesehatan, memberikan materi hidup sehat, pentingnya menjaga imun dimasa pandemi dan cara untuk mengkonsumsi gizi yang sehat disaat pandemi. Kami juga berbagi HS (hand sanitizer) dan masker,” tegas Wakil Tim IKIP Budi Utomo Malang, Fakultas Pendidikan Ilmu Eksakta dan Keolahragaan, Program Studi Pendidikan Biologi, Faikatin Aziziyah.

Sekilas informasi sebagai upaya mengurangi penyebaran virus Covid-19 dan juga mengendornya kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga prokes, IKIP BU menjalankan PMBP bagi-bagi HS dan masker beserta penyuluhan.

Adapun mahasiswa ini berasal dari
Fakultas Pendidikan Ilmu Eksakta dan Keolahragaan (FPIEK), Program Studi Pendidikan Biologi IKIP Budi Utomo Malang. (Kampus IBU Malang).

Total 6 anggota yang biasa dijuluki Tim Satgas Covid IBU Malang ini terdiri dari : Faikatin Aziziyah, Mu’milatul Amalia, Fauziatun Nikmah, Deri Areski, Ernik Nurhalimah, dan Muhammad Nurholis Sofiyullah.

“Mulai dari tempat, alat, maupun bahan, Kami difasilitasi oleh kampus sendiri. Selanjutnya untuk melengkapi kekurangannya Kami atasi dengan iuran,” urainya.

“Setelah produk jadi, HS dibagi-bagikan kepada masyarakat sekitar dan kepada mahasiswa IKIP Budi Utomo Malang,” tuturnya.

“Kami berhasil membuat 1.000 HS. Sedangkan masker tersebut, Kami konveksi sendri sehingga masker yang Kami berikan bertuliskan nama kampus IBU,” jelasnya.

“Kami membagikan kepada mahasiswa yang ada di kampus, juga masyarakat yang di ada di desa yang terdampak tinggi Covidnya,” ungkapnya.

“Untuk pembuatannya sesuai studi literatur dan hasil penelitian serta dibimbing oleh beberapa dosen prodi biologi, khususnya bapak Kaprodi sendiri yang mendampingi,” terangnya.

“Sebenarnya ada rencana untuk pemberdayaan pembuatan HSN, cuma karena waktu Kami terbatas, selain kuliah Kami juga ada kesibukan masing-masing dan juga terkait pendanaan yang kemungkinan masih terbatas maka Kami hanya memberdayakan lewat siswa-siswi dan bapak ibu guru di MAS Ahmad Yani Jabung Malang,” paparnya.

“Dan untuk kegiatan selanjutnya akan dikoordinasikan kembali ke pihak kampus, jika nantinya Kami dapat dana dari instansi atau yang lainnya maka Kami siap turun. Setidaknya planning Kita terdekat ini akan melakukan penyuluhan kesehatan dengan disertai memberikan ilmu pembuatan HS kepada kelompok atau komunitas masyarakat atau ibu-ibu PKK,” imbuhnya.

“Kemungkinan setelah ini Kami mahasiswa prodi biologi yang tercover dalam HMJ Biologi bidang kewirausahaan akan memproduksi secara mandiri untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa, dosen dan masyarakat yang membutuhkan dengan harga yang terjangkau, karena mengingat harga HS di pasar atau di toko-toko mahal,” sambungnya.

“Dari semua keinginan-keinginan yang sudah Kami sampaikan tadi doakan bisa terlaksana dengan baik, dan kegiatan yang sudah terlaksana akan Kami evaluasi untuk proyeksi ke depannya. Dan harapannya kepada adik-adik yang nantinya akan ada kesempatan untuk melakukan pengabdian ke masyarakat berbasis potensi ini, bisa meneruskan apa yang sudah Kami rancang, dan lakukan dengan baik, terencana, terbimbing, terorganisir dari pihak kampus dan lainnya,” pungkasnya. (*)

Pondok Pesantren di Malang

Pos terkait