Inspiratif, TKSK Turen Bantu Persalinan Keluarga Kurang Mampu

  • Whatsapp
Foto : TKSK Bantu persalinan kelurga tidak mampu
Foto : TKSK Bantu persalinan kelurga tidak mampu

MALANGSATU.ID – Potret kehidupan Jumali warga Jalan Keti RT 12 RW 03 Desa Tumpukrenteng Turen memprihatinkan. Bahkan untuk proses persalinan mereka tidak memiliki biaya dan beruntung dibantu TKSK dan tim gabungan Turen.

Bacaan Lainnya

“Alhamdulillah Kami masih diberi kekuatan dan kemampuan untuk membantu sesama. Kali ini Kami membantu persalinan keluarga kurang mampu dari Desa Tumpukrenteng Kecamatan Turen,” terang Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK)Turen, Febriantoni.

Febri mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang berpartisipasi. Yakni meliputi Kepala Puskesmas Turen, RSU Cakra Pindad,
Bidan Desa Tumpukrenteng, TKSK Kecamatan Turen, TAGANA Korwil Timur, dan Ambulan LDII peduli Kecamatan Turen serta sahabat peduli Turen Bersatu (Tuber).

Persalinan secara operasi Caesar dilakukan di RSUD Kanjuruhan Kepanjen. Telah lahir bayi laki-laki, berat 2.3 kg yang diberi nama Ahmad Afandi yang merupakan anak pertama dari pasangan Jumali dan Jumanah

“Terimakasih banyak berkat bantuan semua sahabat peduli dan ridhoNya semuanya lancar. Yang telah membantu dalam mengawal pelayanan ibu hamil rawan sampai persalinan hingga melahirkan bayi dengan selamat. Serta penjemputan beliau dan keluarga yakni atas nama ibu Jumanah. Dan terima kasih banyak kepada sahabat peduli yang telah mengupayakan pelayakan hunian keluarga tersebut. Mewakili keluarga
Bapak Jumali, mengucapkan
terima kasih tak terhingga,” terangnya.

“Semoga Allah SWT membalas semua kebaikan semua sahabat peduli dalam membantu sesama. Aamiin. Tetap semangat. Bersama kita bisa,” tegasnya.

Kehidupan keseharian mereka mengundang iba bagi yang mengetahuinya. Hal ini karena orang tua yang laki-laki menjadi buruh lepas
dan jualan bakso waktu malam. Sementara ibunya tidak bekerja dan hanya menjadi ibu rumah tangga.

Kondisi rumahnya miris sebelum mendapatkan bantuan teman-teman TUBER. Rumahnya hanya terdiri dari potongan limbah kayu.

“Selain membantu keluarga ini Kami juga pernah juga memfasilitasi keluarga lainnya. Khususnya pelayanan masyarakat yang membutuhkan,” pungkasnya. (*)

Pondok Pesantren di Malang

Pos terkait