Mengenaskan, Warga Korban Gempa Dampit Tidur Beratapkan Terpal

  • Whatsapp
Foto : Salah satu korban gempa di dampit tidur beratapkan terpal
Foto : Salah satu korban gempa di dampit tidur beratapkan terpal

MALANGSATU.ID – Sudah hampir satu bulan pasca gempa bumi 6,1 SR melanda Kabupaten Malang dan telah banyak dilakukan recovery.

Bacaan Lainnya

Mirisnya, sejumlah warga masih mengeluh karena terpaksa menumpang tidur di rumah saudara atau tetangga serta mereka berharap ada bantuan hunian untuk tempat tinggal.

Beberapa warga di lokasi terdampak gempa terparah semisal
Desa Sukodono Dusun Wonosari Kampung Kemudinan, masih tidur beratapkan terpal.

“Sebenarnya yang sangat diharapkan bantuan material asbes gelombang. Kasihan mereka terpaksa menumpang di rumah saudara atau tetangga. Ada juga yang masih bertahan tinggal di rumahnya sendiri yang beratapkan tenda. Jadi kalau hujan kasurnya basah semua,” tutur Relawan Kampung Kemudinan, Edi Candra.

“Sebenarnya yang sangat diharapkan bantuan material.asbes gelombang. itu paling dinanti oleh warga,” urainya.

Hari ini Selasa (4/5/2021) diberikan bantuan sembako sari posko desa sebanyak 30 paket dari total keseluruhan 74 paket sembako.

“Kami dari posko pembantu desa Sukodono. Dari pendataan diketahui yang butuh material asbes ada 6 KK.
Butuh 300 lembar asbes gelombang yang panjangnya 240 cm,” imbuhnya.

“Untuk pemenuhan makan masih bisa masak sendiri walaupun ada yang ngungsi ke saudara. Alhamdulillah untuk dapur umum (DU) sudah ada yaitu dari Desa sendiri secara swadaya dan mandiri,” tegasnya.

“Yang saat ini paling membutuhkan asbes gelombang adalah Budi Santoso, Witono, Harmawi, Legito, Sujiono dan Yanuar. Sementara mereka tinggal bermacam-macam, ada yang di saudaranya dan di dapur belakang yang semi permanen,” paparnya.

Senada dengan Edi Candra, Ketua RT Heri menuturkan, pihaknya berharap secepatnya ada bantuan material bangunan.

“Kalau harapan kami warga Desa Sukodono Dusun Wonosari Kampung Kemudinan, terparah terdampak gempa, harapan kami sebenarnya kami lebih membutuhkan bantuan material karena sampai sekarang beberapa warga rumahnya masih menggunakan atap terpal,” tegasnya.

“Kami butuh asbes gelombang. Karena tidak menutup kemungkinan kalau hujan atau ada angin besar akan membasahi tempat tidur mereka,” pungkasnya. (*)

Pondok Pesantren di Malang

Pos terkait