Bangunan Eks Lokalisasi Girun Gondanglegi Dirobohkan Tanpa Perlawanan

  • Whatsapp
Foto : Petugas gunakan alat berat robohkan bangunan eks lokalisasi
Foto : Petugas gunakan alat berat robohkan bangunan eks lokalisasi

MALANGSATU.ID – Bangunan eks lokalisasi Girun Gondanglegi dirobohkan oleh ratusan personel gabungan, Sabtu 8/5/2021.

Bacaan Lainnya

Personel gabungan terdiri dari Satpol PP, PT KAI, Kepolisian, dan sejumlah jajaran OPD Kabupaten Malang.

Tampak saat penggusuran, kondisi perumahan kompleks tersebut sudah sepi. Sehingga tidak ada perlawanan apapun dari warga penghuninya.

Begitupun barang-barang yang di dalam rumah-rumah tampak sudah kosong. Hanya ada beberapa bekas kasur kusam di atas ranjang.

Benda-benda itu masih ada di dalam beberapa kamar rumah eks lokalisasi Girun.

Personel gabungan juga menemukan beberapa alat kosmetik serta bekas kemasan alat kontrasepsi di area itu. Tidak terlihat ada pekerja seks komersial (PSK) di situ.

Camat Gondanglegi, Prasetiya Yunika membenarkan. Para PSK yang biasa berada di sana sudah pulang ke rumah masing-masing.

“Sebelumnya sudah resmi tutup tahun 2014 lalu. Tetapi, beberapa PSK di sini memang diam-diam masih sering beroperasi. Walaupun sebenarnya mereka warga luar Gondanglegi, setiap hari ke sini, lalu malamnya pulang,” terangnya.

Yunika mengatakan Pemerintah Gondanglegi tidak bertanggung jawab atas mereka untuk memberikan pembinaan maupun pelatihan.

“Karena kami (Pemerintah) sudah resmi melarang sejak 2014 lalu. Tetapi (PSK) masih nekat melakukan kerja di sini,” tuturnya.

Sementara itu, Plt Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat, Suwadji membenarkan hal tersebut, Dia menegaskan bahwa tidak ada tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Malang untuk memberi pembinaan kepada PSK yang sebelumnya ada di sana. Sebab eks lokalisasi Girun sudah resmi tutup pada tahun 2014 lalu.

“Yang ada, seharusnya mereka kena tipiring (Tindak Pidana Ringan). Tetapi, syukurnya saat penggusuran, situasi kawasan ini sudah sepi,” ujarnya.

Selanjutnya, tanah yang berada di kawasan eks lokalisasi Girun tersebut merupakan milik PT KAI. Sehingga, semua pengelolaan ke depannya menjadi hak PT KAI.

“Yang pasti kita siap mendukung jika kawasan ini nantinya menjadi lahan inovasi yang lebih baik,” pungkasnya. (*)

Pondok Pesantren di Malang

Pos terkait