Kepala BNPB Tinjau Terdampak Gempa Di Kab Malang

  • Whatsapp
Foto : Doni Monardo, ketua BNPB tinjau langsung lokasi korban gempa
Foto : Doni Monardo, ketua BNPB tinjau langsung lokasi korban gempa

MALANGSATU.ID – Bencana gempa yang menimpa Kabupaten Malang mendapat perhatian dari Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Letnan Jenderal TNI Doni Monardo yang meninjau langsung ke lokasi korban gempa bersama Forkopimda Jawa Timur dan Forkopimda Kabupaten Malang, Minggu 11/4/2021.

Bacaan Lainnya

Kepala BNPB, Doni Monardo datang ke Kabupaten Malang didampingi oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afinta, Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI Suharyanto, Bupati Malang, HM Sanusi, Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar, Dandim 0818, Letkol Inf Yusub Dody Sandra dan pejabat lainnya.

Kepala BNPB saat lakukan kunjungan di Pendopo Kecamatan Ampelgading, menyampaikan sejumlah arahan terkait dengan penanganan bencana.

“Kita semua harus selalu koordinasi, bukan hanya di Malang tapi di seluruh Indonesia. Dengan cara rapat rutin setiap bulan yang mungkin bisa dipimpin masing-masing kepala daerah dengan melibatkan BMKG yang sudah punya data, informasi dengan menggunakan teknologi. Informasi tersebut bisa dijadikan sebagai masukan bagi Pemerintah Daerah untuk mempersiapkan diri,” ujarnya.

Doni Monardo menambahkan, bahwa gempa bumi di Indonesia khususnya di wilayah Jawa bagian Selatan bakal terus terjadi. Hal ini karena adanya pertemuan lempeng Indo-australia yang diperkirakan mencapai 200 lebih.

“Kita waspada setiap waktu,” tambahnya.

Kepala BNPB ini kemudian menghimbau kepada sejumlah masyarakat, apakah tahan gempa atau tidak. Jika tahan maka bisa meletakkan perabotan di rumah yang tidak beresiko roboh saat terjadi gempa.

Foto : Kepala BNPB didampingi Gubernur Jatim dan Bupati Malang tinjau lokasi korban gempa

“Seperti lemari misalnya, letakkanlah ditempat yang tidak bakal mengenai penghuni rumah. Rumah juga harus dipasang penyangga, sehingga jika ada gempa, maka ada ruang untuk berlindung,” tuturnya.

Doni memperingatkan agar penghuninya segera segera keluar jika terjadi gempa bumi.

“Yang menyebabkan kematian bukan gempanya. tapi runtuhan bangunannya,” tuturnya.

Doni juga meminta agar masyarakat tidak boleh bergantung melalui teknologi, seperti radio dan televisi untuk memantau gempa bumi.

“Tapi kearifan lokal harus dibangun lagi. misalnya meletakkan kaleng disusun. Sehingga ketika ada getaran, maka kalengnya akan jatuh. Jika seperti itu, maka segera evakuasi mandiri,” jelasnya.

Untuk korban terdampak gempa bumi di Malang, menurut Doni, BNPB akan membantu dana stimulan kepada sejumlah masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan.

“Bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat, maka akan kami bantu senilai Rp 50 juta, kalau rusak sedang Rp 25 juta, dan jika mengalami rusak ringan maka akan kami beri bantuan senilai Rp 10 juta,” pungkasnya. (*)

Pondok Pesantren di Malang

Pos terkait