Jajaran Polres Malang Ringkus Pelaku Pembunuh Pemandu Lagu Di Pakisaji

  • Whatsapp
Foto : Kedua tersangka pembunuhan pemandu lagu di pakisaji
Foto : Kedua tersangka pembunuhan pemandu lagu di pakisaji

MALANGSATU.ID – Jajaran Polres Malang ungkap tragedi pembunuhan pemandu lagu di Pakisaji Malang. Polres Malang berhasil meringkus dua pelaku pembunuhan Setia Nurmiati, 21, Kamis 25/3/2021.

Bacaan Lainnya

Polres Malang menetapkan dua tersangka pembunuhan pemandu lagu asal Pakisaji itu.

Pelaku pertama yaitu Wahyudi, 34. Dia merupakan warga Desa Ngino, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban. Pelaku kedua yakni Adi Prayitno, 28 alias Dalbo. Dalbo adalah warga Desa Dilem, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang.

Dalam rilisnya, Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar menyampaikan bahwa antara pelaku dan korban ada hubungan dekat yakni Wahyudi dan korban adalah mantan pacar.

Kapolres Malang menjelaskan bahwa tragedi pembunuhan tersebut bermula pada Senin (22/3) malam pukul 22.00. Dimana Wahyudi saat itu mengencani Amel. Amel merupakan pacar baru Wahyudi. Pelaku bertemu Amel di Cafe 88, Kecamatan Pakisaji.

“Kemudian, Selasa (23/3) sekitar 01.00, Wahyudi tidur bersama Amel. Mereka tidur di kendaraan truk tronton berwarna merah. Truk itu terpakir di pinggir jalan,” ungkapnya.

Kapolres Malang, AKBO Hendri Umar menambahkan bahwa setelah itu, Ayu alias korban mendatangi truk Wahyudi. Korban lalu menggedor-gedor pintunya.

“Dugaannya, Ayu cemburu. Karena Wahyudi berkencan dengan perempuan lain,” terangnya.

Wahyudi mengaku berniat menghindari percekcokan dengan Ayu. Wahyudi kemudian menghidupkan truknya dan berjalan.

“Tetapi, Wahyudi ini sengaja menyerongkan truk ke kanan. Sehingga korban tersenggol bagian belakang truk sampai terjatuh,” sambungnya.

Lebih lanjut, Kapolres Malang menyampaikan bahwa dalam perjalanan, Wahyudi kemudian menelpon Dalbo. Wahyudi meminta Dalbo memastikan kondisi korban yang tertabrak.

“Saat Dalbo mengecek keberadaan korban, korban ternyata benar-benar tergeletak. Dalbo kemudian menyeret korban ke warung yang terbengkalai,” terangnya.

Di tempat tersebut, Dalbo menyetubuhi korban disaat korban masih dalam keadaan sekarat.

“Menurut pengakuan Dalbo, korban hanya merintih kesakitan atas,” ujarnya.

Akibat perbuatannya tersebut, Wahyudi terjerat pasal 338 KUHP tentang pembunuhan. Dia terancam hukuman 9 tahun penjara, juncto pasal 351 ayat 3.

Sedangkan Dalbo terkena pasal 286 KUHP. Polisi menjeratnya karena melakukan persetubuhan dengan wanita tidak berdaya dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara. (*)

Pondok Pesantren di Malang

Pos terkait