Pantai Bakekambang Tetap Buka Selama PPKM, Dengan Penerapan Prokes

  • Whatsapp
Foto : Husnul Hakim Sy, Direktur Administrasi PD Jasa Yasa
Foto : Husnul Hakim Sy, Direktur Administrasi PD Jasa Yasa

MALANGSATU.ID – Tetap dibukanya obyek wisata di Kabupaten Malang, termasuk Pantai Balekambang selama pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) disambut baik oleh Perusahaan Daerah (PD) Jasa Yasa, pengelola wisata milik Pemerintah Kabupaten Malang.

Bacaan Lainnya

Hal ini disampaikan oleh Husnul Hakim Sy, Direktur Administrasi PD Jasa Yasa.

“Kami menyambut baik pada PPKM ini, obyek wisata tetap boleh buka dengan pembatasan pengunjung dan prokes yang ketat,” ujarnya saat ditemui dikantornya, Senin 11/1/2021.

Husnul Hakim Sy, menyampaikan bahwa dirinya bersama jajaran direksi dan seluruh karyawan PD Jasa Yasa berkomitmen menjunjung tinggi penerapan Protokol kesehatan.

“Sejak Pandemi Covid-19, destinasi wisata yang dikelola PD Jasa Yasa menomorsatukan penerapan Prokes. Baik itu bagi karyawan maupun pengunjung wisata”, terangnya.

Meski demikian, menurut Husnul Hakim Sy, dirinya heran dengan adanya larangan buka obyek wisata pantai Balekambang selama PPKM ini oleh pihak Kecamatan, sebab dalam Instruksi Mendagri yang dipelajari, tidak ada penutupan, tetapi yang ada pembatasan.

“Saya baru dapat laporan wisata yang kami kelola (Pantai Balekambang; red) dilarang buka oleh camat, padahal di surat Bupati dan Instruksi Mendagri tidak disebut penutupan tempat wisata,” terangnya.

Husnul Hakim Sy mengatakan, jika yang ditutup hanya obyek wisata pantai Balekambang, maka dinilai tidak akan efektif juga untuk pencegahan penyebaran Covid-19. Itupun dinilai menabrak Instruksi Menteri Dalam Negeri nomor 1 tahun 2021.

“Dalam instruksi itu kan tidak ditutup obyek wisata, agar ekonomi masyarakat tetap bergeliat, hanya saja dilakukan pembatasan,” terangnya.

Husnul Hakim Sy, kemudian meenjelaskankan bahwa di dalam surat Bupati nomor: 800/309/35.07.013/2021 perihal Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) telah jelas bahwa penerapan PPKM di Kabupaten Malang harus mengikuti Instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) nomor 1 tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Dia juga menyampaikan Keputusan Gubernur Jawa Timur nomor: 188/7/KPTS/013/2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

“Dasarnya kan itu, pembatasan bukan penutupan, kalau dilakukan penutupan, ini ikut aturan siapa?,” tanya Husnul Hakim Sy, yang juga Ketua Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Malang.

Karenanya, ditegaskan pelarangan buka obyek wisata Balekambang selama PPKM dinilai melanggar instruksi Menteri dalam Negeri, siapapun yang mengambil keputusan penutupan itu, sebab aturan di bawah tidak boleh menyimpang dari aturan di atasnya.

Sementara itu saat dikonfirmasi, Camat Bantur, Sunardi mengaku tidak melarang dan tidak menutup obyek wisata pantai Balekambang, karena bukan kewenangannya. Pihaknya hanya menggelar rapat koordinasi dengan Muspika dan Tokoh Masyarakat serta Kepala Desa, serta sejumlah unsur lain.

Sunardi menjelaskan bahwa dalam forum itu ada aspirasi dari masyarakat dan tokoh serta Kepala Desa berkaitan dengan kondisi di wilayah ada sejumlah kelompok masyarakat yang dilarang menggelar kegiatan keagamaan, seperti tahlil dan pengajian. Sebab itu, diserahkan sepenuhnya pada Satuan Gugus Tugas (Satgas) Kabupaten Malang, pihaknya hanya mengamankan kebijakan

“Terserah rekom dari satgas Kabupaten mas nanti. Kalau kita yang di bawah hanya mengamankan kebijakan. Sebab kondisi di wilayah terjadi bahwa ada beberapa kelompok masyarakat yang kita larang untuk mengadakan kegiatan keagamaan (tahlil/pengajian),” ujarnya.

Sunardi menyebutkan bahwa masyarakat membandingkan antara kegiatan keagamaan dengan obyek wisata yang boleh beroperasi dengan banyak pengunjung. Bahkan, sebagian besar pengunjung berasal dari luar daerah, dianggap rawan terjadi penularan.

“Masyarakat membandingkan, kegiatan keagamaan tidak boleh tetapi kenapa Balekambang dibuka, padahal pengunjungnya kebanyakan dari luar daerah dan rawan terjadi penularan, karena selama perjalanan wisatawan kadang berhenti di titik titik tertentu dan berinteraksi dengan warga Bantur,” jelas nya.

Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang, Made Arya Wedanthara membenarkan adanya kabar pelarangan buka pada obyek wisata pantai Balekambang selama PPKM.

“Iya kami mendapat info itu, Muspika katanya memutuskan obyek wisata Balekambang dilarang buka, tetapi kami masih menuggu suratnya,” kata Made.

Made mengaku tidak bisa melakukan intervensi terhadap keputusan Muspika Bantur menutup obyek wisata Balekambang selama PPKM. Selain Balekambang, dia menyebut, ada beberapa pantai lain yang juga ditutup selama PPKM.

Diunggah RRI sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Malang tidak menutup destinasi obyek wisata selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Hal itu ditegaskan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan setempat, Made Arya Wedanthara kepada RRI di sela sela rapat dengan sejumlah Kepala Bidang membahas destinasi obyek wisata selama PPKM, Senin (11/1/2021) pagi. (*)

Pondok Pesantren di Malang

Pos terkait