Dapat jatah 10.556 Dosis Vaksin, Begini Peruntukan dan Proses Vaksinasi Di Kab Malang

  • Whatsapp
Foto : Kepala Dinas Kesehatan kab Malang, Arbani bersama sekda kab malang
Foto : Kepala Dinas Kesehatan kab Malang, Arbani bersama sekda kab malang

MALANGSATU.ID – Vaksinasi covid-19 2021, Kabupaten Malang dipastikan akan mendapat 10.556 dosis vaksin pada pendistribusian tahap awal. Hal ini disamoaikan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Malang yang kemudian menguraikan peruntukan dan proses vaksinasi yang akan dilakukan.

Bacaan Lainnya

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, drg Arbani Mukti Wibowo, yang mengatakan bahwa vaksin itu untuk tahap pertama akan diperuntukan bagi 5.278 tenaga pelayanan kesehatan (nakes) di Kabupaten Malang.

“Kenapa diprioritaskan, karena tenaga kesehatan terdepan penanganan Covid-19. Kalau garda depan tidak tahan maka khawatir penanganan Covid-19 kedepan terganggu,” ujarnya, minggu 10/1/2021.

Menurut Arbani, selain nakes, TNI dan Polri serta petugas pelayanan publik juga diprioritaskan untuk divaksin pertama kali agar tidak terpapar virus.

“Kalau tiga unsur itu terpapar, maka tugas Negara terbengkalai, contoh Kepolisian dan TNI kalau terpapar, masalah sosial akan terjadi dan petugas pelayanan publik kalau terpapar juga pelayanan terganggu,” terangnya.

Arbani menjelaskan, setelah nakes dan tiga unsur itu divaksin, selanjutnya yang menjadi sasaran vaksin adalah peserta BPJS.

“Kecuali peserta BPJS yang memiliki riwayat komorbid seperti jantung, diabetes, gagal ginjal, obesitas. Juga ibu hamil dan balita tidak boleh divaksin,” terangnya.

Kemudian, Arbani menjelaskan proses vaksinasi dilakukan dengan sejumlah tahapan dan prosedur antara lain, verifikasi data kesehatan di pusat dan nantinya pada saat pelaksanaan ada empat meja dalam proses vaksinasi.

“Pada meja pertama, dilakukan registrasi kembali data kesehatan untuk memastikan apakah benar yang bersangkutan menjadi data sasaran dari pusat,” tutur Arbani

Kemudian, pada meja kedua dilakukan wawancara untuk mengetahui apakah yang bersangkutan dalam kondisi sehat atau sakit. Apabila dalam kondisi sakit tidak boleh divaksin.

“Nah pada meja ketiga ini, dilakukan vaksinasi dengan cara suntik,” tandasnya.

Setelah disuntik vaksin, selanjutnya diarahkan ke meja keempat untuk diobservasi selama 30 menit guna mengetahui apakah ada reaksi atau kejadian ikutan pasca imunisasi itu.

“Ini tujuannya untuk antisipasi adanya kontra indikasi atau efek samping usai divaksin,” jelasnya.

Arbani menambahkan, apabila terjadi kejadian ikutan pasca imunisasi, akan ditangani oleh dokter spesialis yang sudah disiagakan.

Masyarakat yang menjadi sasaran vaksin nanti tidak perlu takut, sebab proses pelaksanaan vaksinasi dilakukan dengan prosedur kesehatan. Apalagi, lanjut dia, sebelum praktek vaksinasi dijalankan, vaksinator akan melakukan simulasi terlebih dahulu

“Vaksinatiornya ada di 52 faskes, meliputi 39 puskesmas, 12 rumah sakit. dan 1 kantor kesehatan pelabuhan,” pungkasnya. (*)

Pondok Pesantren di Malang

Pos terkait