Satu Oknum ASN Dispora Di Periksa Bawaslu Kab Malang, Diduga Lakukan 4 Pelanggaran

  • Whatsapp
Foto : Koordinator Divisi Penindakan dan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Malang, George da Silva
Foto : Koordinator Divisi Penindakan dan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Malang, George da Silva

MALANGSATU.ID – Satu orang oknum ASN (Aparatur Sipil Negara) di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Malang diperiksa oleh
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Malang. Oknum ASN tersebut diduga lakukan pelanggaran, di antaranya pelanggaran administrasi, pelanggaran kode etik, pelanggaran tindak pidana pemilu karena mendukung salah satu calon Bupati.

Bacaan Lainnya

Seperti yang disampaikan oleh Koordinator Divisi Penindakan dan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Malang, George da Silva yang mengatakan bahwa hingga saat ini oknum ASN tersebut sedang dalam tahap proses pemeriksaan hingga tujuh hari ke depan. 

“Karena ini temuan, jadi mulai Rabu terhitung ke Kamis sampai tujuh hari ke depan tepatnya Selasa,” ujarnya, Kamis 8/10/2020.

George da Silva mengatakan setelah tujuh hari proses temuan tersebut, dilakukan pleno dan penambahan lima hari untuk proses registrasi terhadap tindakan yang dilakukan oleh salah satu ASN di lingkup Dispora Kabupaten Malang. 

“Setelah proses temuan tujuh hari itu nanti kita baru bisa tentukan tindakan tersebut termasuk pelanggaran atau tidak,” ujarnya. 

George Da Silva menyebutkan bahwa salah satu orang pejabat ASN di lingkungan Dispora Kabupaten Malang tersebut merupakan menjabat sebagai Kepala Bidang (Kabid). 

“Iya jadi dia Slamet Suyono Kabid Olahraga Prestasi Dispora Kabupaten Malang telah menemui saya kemarin terkait tindakannya tersebut,” jelasnya.

Lebih lanjut, George da Silva menyampaikan terkait kronologis kasus ini, dia menjelaskan bahwa Slamet mengaku tidak mengetahui jika membagikan gambar pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Malang, Lathifah Shohib-Didik Budi Muljono dengan nomor urut dua. 

“Jadi berdasarkan pengakuannya, dia mendapatkan share-share-an tersebut dari nomor yang tidak dikenal. Setelah itu, dia mau menghapus tetapi salah kirim ke grup WA Inspirasi Malang,” jelasnya. 

Setelah satu jam, Slamet mengaku baru mengetahui bahwa gambar itu dia bagikan di grup WA Inspirasi Malang dari pertanyaan temannya.

Akhirnya yang bersangkutan ingin menghapus tetapi sudah tidak bisa karena sudah terkirim satu jam lebih.

Menurut George Da Silva, Analisis awal, Slamet Suyono dapat diancam dengan Pasal 71 ayat (1) Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penerapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014.

Dalam undang-undang tersebut juga disebutkan bahwa pejabat negara, ASN dan Kepala Desa dilarang membuat tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu paslon saat kampanye. Pada intinya harus bersikap netral. 

“Ancamannya bisa satu bulan hukuman penjara dan denda 600 ribu sampai 1 juta rupiah,” jelasnya.

Pondok Pesantren di Malang

Pos terkait