Unira Malang Siapkan Implementasi Pendidikan Anti Korupsi

  • Whatsapp
Foto : Direktur PAKU bersama sakil Rektor Unira Malang dalam workshop pendidikan anti korupsi
Foto : Direktur PAKU bersama sakil Rektor Unira Malang dalam workshop pendidikan anti korupsi

MALANGSATU.ID – Universitas Islam Raden Rahmat (Unira) Malang bersiap implementasikan pendidikan anti korupsi bagi mahasiswa, hal ini terlihat dari digelarnya workshop pendidikan anti korupsi yang diselenggarakaan oleh PAKU (Pusat studi anti Korupsi) Unira Malang yang digelar beberapa hari lalu di kampus Unira Malang.

Bacaan Lainnya

Hal ini disampaikan oleh Direktur PAKU Unira Malang, Dewi Ambarwati, MH yang mengatakan bahwa pihaknya mendorong pendidikan anti korupsi ini di kampus Unira Malang.

“Dengan digelarnya workshop ini, kami berharap pendidikan antikorupsi masuk menjadi bagian mata kuliah di kampus Unira Malang ini”, ujarnya, Jumat 11/9/2020.

Menurut calon doktor hukum Unibraw Malang ini, bahwa berbicara tentang korupsi, sama halnya dengan berbicara mengenai kondisi sistemik yang ‘bobrok’, massif dan terencana sehingga diperlukan penanganan yang terintegrasi dari masing-masing unsur negara, baik pemerintah, masyarakat hingga unsur swasta.

“Korupsi berawal dari adanya kesempatan, niat dan lemahnya integritas. Parahnya, para pelaku kejahatan korupsi ini Sebagian besar bukanlah dari kalangan yang kurang terpelajar melainkan banyak dilakukan oleh orang-orang yang berpendidikan tinggi (well educated) serta sangat merugikan keuangan negara yang sangat besar”, tetangnya.

Menurut Dosen Ilmu Pemerintahan Unira Malang ini, bahwa berdasarkan dari fenomena tersebut, maka salah satu solusi untuk mencegah korupsi yaitu dengan melakukan perbaikan karakter peserta didik baik di jenjang Pendidikan dasar maupun Pendidikan tinggi melalui implementasi Pendidikan antikorupsi.

“Pendidikan antikorupsi wajib diterapkan di perguruan tinggi paling lambat 1 (satu) tahun sejak Peraturan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Permenristekdikti) No. 33 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Antikorupsi di Perguruan Tinggi, yakni 9 September 2020”, jelasnya.

Lebih lanjut, Calon Doktor Hukum di Unibraw Malang ini, menambahkan bahwa sebagai komitmen bersama untuk melawan korupsi di Indonesia, Universitas Islam Raden Rahmat (Unira) Malang mengadakan workshop implementasi Pendidikan antikorupsi bagi perguruan tinggi yang dihadiri oleh dosen pengampu Mata Kuliah Wajib Umum (MKWU) diantaranya dari mata kuliah Pancasila, Pendidikan Kewarganegaraan dan Mata Kuliah lain yang relevan atau berhubungan dengan pembentukan karakter.

“Pelaksanaan workshop ini sebagai bentuk komitmen Unira Malang untuk implementasi pendidikan antikorupsi”, ujarnya.

Dewi Ambarwati menyampaikan bahwa Pusat kajian anti korupsi (PAKU) Unira Malang sangat bangga dapat mendukung dan mengawal universitas untuk mengimplementasikan Pendidikan antikorupsi sesuai dengan buku panduan yang telah disiapkan oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi serta materi-materi anti korupsi dari ACLC KPK.

“Karakter berintegritas antikorupsi mahasiswa Unira Malang dapat diterapkan apabila seluruh elemen perguruan tinggi dapat bekerja sama satu sama lain, hal ini dapat dikongkritkan asal dari regulasi kampus, penerapan hingga evaluasi harus terintegrasi satu sama lain”, terangnya.

Dalam pelaksanaan workshop itu dari pihak universitas (Unira Malang) diwakili oleh Dr. Sutomo selaku Wakil Rektor I yang menyebutkan bahwa implementasi Pendidikan anti korupsi bukanlah sebuah hal yang baru di Unira Malang.

“Di kampus ini (Unira Malang) telah menyisipkan nilai-nilai integritas dan penguatan karakter melalui mata kuliah yang diampu dosen dengan berbasis pada sembilan karakter khaira umma”, ujarnya.

Dr. Sutomo menambahkan bahwa dengan adanya instruksi dari pemerintah untuk segera menerapkan Pendidikan antikorupsi, tentu Unira Malang siap untuk mengimplementasikan.

“Implementasi Pendidikan anti korupsi bagi perguruan tinggi dapat dilakukan dengan dua acara, yaitu dengan membuat mata kuliah mandiri atau dengan cara mensinergikan Pendidikan antikorupsi pada MKWU atau mata kuliah lain yang relevan”, terangnya.

Menurut Wakil Rektor I Unira Malang ini, untuk implementasikan hal tersebut, pihak Universitas telah menginstruksikan Pusat Kajian Anti Korupsi melalui Direkturnya yaitu Dewi Ambarwati untuk menggelar workshop pendidikan anti korupsi. (*)

Pondok Pesantren di Malang

Pos terkait