Tim Doktor Mengabdi UB Bantu Masyarakat Kab. Manggarai Kembangkan Peternakan

  • Whatsapp
Foto : Tim DM UB lakukan perjanjian kerjasama dengan kab manggarai NTT
Foto : Tim DM UB lakukan perjanjian kerjasama dengan kab manggarai NTT

MALANGSATU.ID – Tim Doktor Mengabdi (DM) Universitas Brawijaya UB melakukan kegiatan Pengabdian Masyarakat (PM) di Kabupaten Manggarai Barat NTT (Nusa Tenggara Timur).

Bacaan Lainnya

Tim yang diketuai oleh Dr. Dra. Med. Vet. Herawati, MP. (FKH) beranggotakan Dr. Esti Junining, S.Pd. M.Pd. (FIB), drh. Ani Setianingrum, M.Sc. (FKH), dan drh. Nofan Rickyawan, M.Sc. (FKH) dibantu mahasiswa KKN tematik UB Galuh Adelia Setiawanda (FMIPA) dan Wahyu Pratama Alamsyah (FH).

Kegiatan Pengabdian Masyarakat mengambil tema Penerapan Pemotongan Halal Berbasis Animal Welfare pada Ternak Potong.

Kegiatan Pengabdian Masyarakat digelar di Kabupaten Manggarai Barat Provinsi Nusa Tenggara Timur sebagai upaya meningkatkan kualitas daging lokal. Kegiatan dijalankan selama bulan Agustus-September 2020.

Puncak kegiatan DM UB dilaksanakan pada tanggal 8-9 September 2020 yang berpusat di Seminari St Yohanes Paulus II Ketentang Labuan Bajo.

Kegiatan pertama berupa seminar berjudul “Pemotongan Halal dan Penerapan Kesejahteraan Hewan pada Pemotongan Hewan bagi Petugas Pemotongan Hewan”.

Seminar yang diikuti oleh 15 petugas pemotongan hewan baik dari peternak maupun dinas ini bertujuan memberikan pengetahuan tentang pentingnya implementasi kesejahteraan hewan dalam sistem pemeliharaan ternak dan implementasi pemotongan halal guna menghasilkan daging, produk olahan daging yang ASUH (Aman, Sehat, Utuh dan Halal) serta untuk menjamin keberlanjutan dalam usaha peternakan ternak potong rakyat.

Kegiatan selanjutnya berupa seminar berjudul “Penerapan Good Farming Prcatice dan Kesejahteraan Hewan pada Peternak Rakyat” yang pesertanya adalah 15 peternak lokal.

Dr. Dra. Med. Vet. Herawati, MP. Mengatakan bahwa Seminar ini ditujukan kepada peternak rakyat supaya dalam melakukan usaha peternakan dapat menerapkan manajemen pengelolaan ternak yang baik dan prinsip kesejahteraan hewan sehingga dapat menciptakan peternak mandiri yang menghasilkan ternak yang sehat dan berproduktivitas tinggi.

“Seiring dengan program dari Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat yang memiliki target untuk mengembangkan sektor peternakan antara lain adanya Rumah Potong Hewan (RPH) standar dan ber NKV (Nomor Kontrol Veteriner)”, ujarnya.

Dr. Dra. Med. Vet. Herawati, MP. Menyampaikan bahwa pengembangan sektor peternakan dibutuhkan untuk mendukung pengembangan sektor pariwisata.

“Kebutuhan daging untuk sektor pariwisata seperti hotel dan rumah makan akan disuplai oleh daging lokal”, ujarnya.

Oleh karena itu, pembangunan infrastruktur ini perlu didukung oleh pengembangan sumber daya manusia dan diharapkan pendampingan kelompok ternak di Kabupaten Manggarai Barat ini akan berkesinambungan.

Kegiatan lain, menurut Dr. Dra. Med. Vet. Herawati, MP. adalah pelatihan bahasa asing bagi warga lokal dan pengusaha kecil yang diikuti oleh 15 pemuda Karang Taruma desa setempat.

“Pelatihan bertujuan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat khususnya para pemuda Karang Taruma dalam menggunakan bahasa asing di Kabupaten Manggarai Barat sehingga dapat membantu dalam meningkatkan kualitas SDM dalam dunia pariwisata”, jelasnya.

Semua pelaksanaan kegiatan tersebut dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan berupa jaga jarak dan wajib menggunakan masker dan hand sanitizer yang telah disediakan oleh tim DM.

Selain itu, peserta juga dibekali seminar kit dan modul pelatihan untuk dapat dibawa kembai ke tempat dan instansi masing-masing untuk dipelajari.

Kegiatan DM sangat didukung oleh pemerintah daerah Kabupaten Manggarai Barat khususnya Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan dan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Barat NTT.

Program yang sudah dimulai sejak bulan Agustus 2020 ini bertujuan untuk membantu pemerintah Kabupaten Manggarai Barat dalam mewujudkan program pengembangan SDM untuk meningkatkan potensi peternakan dan pemberdayaan masyarakat disana, khususnya untuk sektor peternakan dan kesehatan hewan serta peningkatan kualitas pariwisata di Kabupaten Manggarai Barat.

Oleh karena itu, pada akhir rangkaian kegiatan, dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerjasama antara Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) UB melalui tim DM yang diwakili Ibu Dr.Dra.Med.Vet. Herawati, MP. dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan yang ditandatangani langsung oleh Kepala Dinas Ibu drh. Theresia P. Asmon.

Selain itu juga penandatanganan perjanjian kerjasama antara LPPM UB dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan yang ditandangani langsung oleh Bapak Kepala Dinas Augustinus Rinus, S.Pd.

Harapannya dengan adanya Perjanjian Kerjasama ini, hubungan dan kerjasama yang baik antara UB dan Kabupaten Manggarai Barat dapat terjalin dan terus berlanjut sehingga UB dapat membantu dalam mengembangkan Potensi Kabupaten Manggarai Barat dalam dunia pariwisata kelas dunia.(*).

Pondok Pesantren di Malang

Pos terkait