Bupati Malang Buka RARK KPRI, Puji Peran Koperasi Sebagai Sentra Ketahan Ekonomi

  • Whatsapp
Foto : Bupatinya Malang, HM Sanusi hadiri rapat kerja KPRI
Foto : Bupatinya Malang, HM Sanusi hadiri rapat kerja KPRI

MALANGSATU.ID – Buka Rapat Anggota Rencana Kerja KPRI Upaya Dinas Pendidikan di Gedung PGRI Kabupaten Malang Jl. Kolonel Slamet Supriyadi No. 299, Karangpandan Kecamatan Pakisaji, Selasa 15/9/2020 siang. Bupati Malang apresiasi kinerja koperasi dalam mensejahterakan anggotanya.

Bacaan Lainnya

Tampak hadir mendampingi Bupati Malang dalam kegiatan itu, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Koperasi & UMKM, Ketua PGRI Kabupaten Malang, Ketua PKPRI, Ketua Dekopinda serta Pengurus Koperasi Upaya dan Pengawas serta Anggotanya.

Bupati Malang, HM Sanusi dalam sambutanya menyampaikan bahwa Pemkab Malang menyampaikan apresiasi atas kinerja koperasi selama ini.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Malang saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih khususnya kepada pengurus KPRI Upaya yang telah menyelenggarakan kegiatan ini, mudah-mudahan hasil rapat nantinya dapat mengambil kebijakan dan keputusan yang dapat dilaksanakan dan dapat mensejahterakan anggotanya”, ujarnya.

Bupati Malang juga menyampaikan bahwa koperasi sebagai salah satu pilar perekonomian dituntut agar berperan aktif dan menjadi sentral dalam mewujudkan ketahanan ekonomi nasional guna menyikapi ketatnya persaingan dunia usaha pada era globalisasi.

Foto : Bupati Malang bersama pengurus KPRI

“Koperasi harus dikelola secara efektif dan efisien. Oleh karena itu yang berkompeten serta perlu didukung partisipasi aktif seluruh anggota koperasi dengan tetap mempertahankan prinsip-prinsip sekaligus jati diri koperasi sehingga sesuai dengan konsep ekonomi kerakyatan,” terangnya.

Lebih lanjut, Bupati Malang mengatakan bahwa dalam mengelola koperasi, pengurus memang perlu banyak perjuangan karena koperasi bukan perkumpulan modal tetapi perkumpulan manusia, yang semuanya membutuhkan uang yang dikelola oleh pengurus.

“Kedepan semoga segera dibahas perkembangannya misalkan melayani simpan pinjam dalam kebutuhan sektor usaha, disitu akan terlihat jika pinjamannya digunakan untuk hal yang produktif bukan konsumtif sehingga nilai tambah dari anggota koperasi bisa lebih bermakna”, ujarnya.

Sementara itu, Suntoro, S.Pd, M. Si, M.MPd selaku Ketua Koperasi menjelaskan bahwa sebagian besar anggotanya adalah guru-guru TK 70 persen, guru SMA/K 10 persen, guru SD wilayah Kepanjen 5 ersen, pemilik dan pengawas 3 persen, Dinas Pendidikan se-jajarannya 5 persen, dan Pensiunan yang masih bertahan ada 7 persen.

“Omzet kami hampir 11 milyar, dengan simpan pinjam 6 hingga 7 milyar”, terangnya.

Suntoro mengatakan bahwa Bupati Malang telah memberikan perhatian khusus dalam bidang pendidikan.

“Dengan kepemimpinan Bupati Malang ini, ia sebagai pengurus dan pengawas KPRI bersyukur karena satu tahun ini Kabupaten Malang memperoleh perhatian khusus dari beliau, misalkan saja dari bidang pendidikan, yang mana insentif untuk guru-guru TK yang belum sertifikasi sudah digulirkan, BPGDS yang merupakan program bantuan penyelenggaraan Pendidikan Diniyah dan Guru Swasta sudah diberikan kepada guru-guru SMP”, terangnya.

Suntoro menambahkan bahwa perhatian ini menjadikan para pendidik semakin bersemangat, ia juga mengatakn bahwa tujuannya untuk memberikan bantuan biaya operasional penyelenggaraan Pendidikan sesuai dengan kebutuhan mendasar dan pokok. Di bidang kesehatan kini juga semakin tertata pelayanannya.

“Harapan kami, pendidikan di Kabupaten Malang semakin meningkat kualitasnya dan koperasi kita semakin jaya, Mandiri, Solidaritas, dan Partisipatif”, pungkasnya.(*)

Pondok Pesantren di Malang

Pos terkait