Sindikat Pemalsuan Noka dan Nosin Sepeda Motor Berhasilnya Di Bongkar Polres Malang

  • Whatsapp
Foto : Kapolres Malang saat rilis tersangka pemalsuan noka dan nosin
Foto : Kapolres Malang saat rilis tersangka pemalsuan noka dan nosin

MALANGSATU.ID –┬áSindikat pemalsuan nomor rangka dan nomor mesin (pemalsuan Noka dan Nosin) kendaraan sepeda motor berhasil dibongkar oleh jajaran Polres Malang.

Bacaan Lainnya

Kapolres Malang AKBP Hendri Umar, dalam rilisnya, Rabu 12/8/2020, menyampaikan bahwa modus yang dilakukan oleh tersangka adalah dengan menjual belikan sepeda motor yang Noka dan Nosinnya telah dipalsukan.

“Kami berhasil menangkap tersangka berinisial KK yang merupakan warga Pakisaji. Kemudian mengamankan puluhan motor dan TNKB”, jelasnya.

Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar mengatakan bahwa kasus ini terbongkar ketika seorang warga merasa tertipu karena Noka dan Nosin tidak sama dengan TNKB saat membeli kendaraan tersebut.

“Jajaran Satreskrim, pada Juli lalu mendapat informasi bahwa ada transaksi jual beli kendaraan roda dua. Fisiknya ada, tapi nomor rangka dan mesin tidak sesuai dengan BPKB maupun STNK,” terangnya.

Kapolres Malang mengatakan bahwa berdasarkan informasi tersebut, kemudian anggota Satreskrim melakukan penyelidikan, ditemukan seorang saksi yang sedang transaksi di Desa Permanu, Pakisaji.

“Dari saksi ini kami kembangkan, didapat kendaaran itu dibeli dari tersangka KK yang kemudian kami amankan,” ungkapnya.

AKBP Hendri Umar menyebutkan bahwa motor tersebut didapatkan dari sitaan pihak leasing. Tersangka KK membeli kendaraan itu dari leasing antara Rp 7 juta hingga Rp 10 juta.

“Modus operandinya, pertama, dia langsung ke pelaku lain, EY, yang saat ini masuk dalam DPO untuk pesan STNK dan BPKB. Setelah memesan, dia koordinasi dengan tersangka lain, EC, yang saat ini sudah ditangkap Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jatim,” jelasnya.

Kemudian, Kapolres Malang menjelaskan bahwa kendaraan tersebut dibawa ke Purwodadi untuk digedrik.

“Tersangka KK ini membawa motor itu kepada EC untuk digedrik (emboss, red), di Purwodadi Kabupaten Pasuruan, per motor biayanya Rp 1 juta. Setelah itu dikembalikan lagi ke Malang,” terangnya.

Kapolres Malang menyebutkan bahwa kendaraan itu dijual dengan harga normal oleh tersangka.

“Kurang lebih ada 25 kendaraan yang kita amankan, termasuk BPKB dan STNK,” ungkapnya.

Atas perbuatannya ini, tersangka bakal dijerat pasal berlapis oleh penyidik Satreskrim Polres Malang yakni pasal 263 tentang pemalsuan dan pasal 480 tentang penadahan. (*)

Pondok Pesantren di Malang

Pos terkait