Mahasiswa PMM UMM Peringati Hari Kemerdekaan RI Ke-75 Dengan Cara Sederhana dan Unik Di Kampung Tangguh Dinoyo

  • Whatsapp
Foto : Penghormatan bendera saat detik-detik proklamasi mahasiswa bersama warga
Foto : Penghormatan bendera saat detik-detik proklamasi mahasiswa bersama warga

MALANGSATU.ID – Ada yang berbeda bagi warga Kota Malang yang melewati Kampung Tangguh Dinoyo pada pwrayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada tahun ini, karena masih dalam suasana pandemi karena pemerintah masih melarang menggelar kegiatan yang mengundang berkumpulnya massa dengan jumlah banyak.

Bacaan Lainnya

Namun demikian, peringatan hari kemerdekaan tersebut tetap digelar dengan cara yang unik, warga bersama Mahasiswa PMM UMM gelar acara dengan tema kemerdekaan.

Pada peringatan HUT RI, disepanjang Gang 10 RT 4, 5 dan 6 Dinoyo terdengar lagu-lagu bertema kebangsaan yang diputar menggunakan Sound System oleh Mahasiswa PMM UMM bersama organisasi DX Patmanam.

Sebelum adanya virus Covid-19, Kampung Tangguh Dinoyo merupakan salah satu kampung yang aktif mengadakan kegiatan untuk merayakan hari kemerdekaan Indonesia, diantaranya kerja bakti, gerak jalan, karnaval, barikan/tasyakuran, dan lomba 17 agustus mulai dari anak-anak hingga orang tua.

Tradisi kegiatan.peringatan HUT RI tersebut akhirnya terpaksa tidak diadakan karena mengikuti himbauan pemerintah untuk tidak melakukan kegiatan yang mengakibatkan kerumunan massa.

Cara unik pun hadir dari warga Kampung Tangguh Dinoyo bersama mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang yang sedang menjalankan program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM).

Mahasiswa bersama warga mensiasatinya dengan memutar lagu-lagu menggunakan Sound System mulai dari Indonesia Raya, Gebyar-gebyar, Hari Merdeka, dan masih banyak lagi.

Ketua organisasi DX Patmanam, Agung menyampaikan bahwa cara sederhana inilah yang dirasa tepat untuk tetap memperingati HUT RI ditahun ini dikarenakan tidak diperbolehkannya lomba dan kegiatan apapun yang mendatangkan banyak orang.

“Seharusnya tahun ini, kampung kami mendapat jatah untuk mengadakan karnaval, tetapi karena ada covid ini ya mau tidak mau harus dibatalkan. Jadi, kami siasati dengan memasang Sound System ini, ya walaupun sederhana tapi mengena” tuturnya.

Agung juga menambahkan bahwa kampung nya sudah mempunyai persiapan untuk mengadakan upacara bersama dengan warga Dinoyo Gang 10, berbagai lomba pun sudah dipikirkan dari jauh sebelum hari ulang tahun Indonesia ke-75 ini.

“Tetapi, melihat kondisi Indonesia yang sangat tidak memungkinkan karena adanya virus ini, maka ide berbagai kegiatan tersebut tidak dapat direalisasikan”, ujarnya.

Wakil ketua DX Patmanam, Tri Suseno juga menyampaikan bahwa memang perayaan kemerdekaan tahun ini terasa sepi dan berbeda dengan tahun sebelumnya yang mengadakan banyak sekali kegiatan.

“Meskipun warga DX Patmanam tidak merasakan perayaan HUT RI seperti biasanya, tetapi diharapkan dengan adanya pemutaran lagu-lagu kebangsaan ini tetap menjaga semangat nasionalisme dan patriotisme” Harapnya.

Sementara itu, Briliawan Gama Rahmatullah selaku Ketua PMM UMM kelompok 28 mengaku senang dengan semangat dari warga kampung tangguh dinoyo.

“Meski dalam suasana pandemi ini kita tak boleh gentar dalam mengurangi semangat 17an tahun ini. Menurut saya semarak kemerdekaan ini harus tetap dilaksanakan dengan mengikuti himbauan pemerintah yakni dengan protokol kesehatan” tandasnya. (*)

Pondok Pesantren di Malang

Pos terkait