Bupati Malang Resmikan Mesin PCR Covid-19 Untuk RS Kanjuruhan

  • Whatsapp
Foto : Bupati malang resmikan mesin PCR di RS kanjuruhan
Foto : Bupati malang resmikan mesin PCR di RS kanjuruhan

MALANGSATU.ID – RSUD Kanjuruhan Malang miliki alat tes PCR (Polymerase Chain Reaction) sendiri. Alat ini akan digunakan untuk lakukan tes pemeriksaan Covid-19 secara cepat.

Bacaan Lainnya

PLT Direktur Utama RSUD Kanjuruhan, dr Dian Suprojo, mengatakan bahwa alat PCR ini sebagai standar pemeriksaan virus Covud-19.

“PCR ini, seperti kita ketahui adalah global standar pemeriksaan virus COVID-19. Selama ini yang jadi kendala adalah penegakan diagnosa melalui PCR,” ujarnya, Rabu 19/8/2020.

dr Dian Suprojo mengatakan bahwa diMalang sendiri, Rumah Sakit yang memiliki mesin PCR ada RS Lavalette, RS Saiful Anwar, dan RS Universitas Brawijaya (UB).

“Itupun memang sudah overload sehingga harapannya untuk penanganan COVID-19 untuk segera diketahui dengan adanya mesin PCR di RS Kanjuruhan,” terangnya.

Dian mengatakan bahwa di Kabupaten Malang sekarang bisa menangani Covid-19 sendiri.

“Dengan adanya mesin PCR ini, maka kita bisa mengelola penanganan pandemi COVID-19 ini,” jelasnya.

Dian mengatakan, dengan adanya mesin PCR ini, pihaknya akan lebih cepat mendiagnosa pasien.

“Karena dari PCR ini waktunya akan cepat sekali, mulai dari proses itu hanya sekitar 2 jam,” tambahnya.

Lebih lanjut, Dian memgatakan bahwa direncanakan untuk RSUD Kanjuruhan akan menerapkan 2 shift, mulai dari pagi saat sampel masuk dan siangnya sudah keluar hasilnya.

“Prosesnya ada 3 tahap yaitu pendeteksian, ekstrak dan melihat apakah virus atau bukan,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Malang, HM Sanusi, yang hadir untuk meresmikan ruangan tes PCR ini mengatakan jika alat ini sebenarnya sudah siap sejak lama.

“Sebenarnya sudah siap, tapi tinggal nunggu visitasi dari Dinkes Provinsi. Setelah visitasi dan dinyatakan PCR itu layak boleh dilakukan pengujian swab virus baru bisa dilakukan,” jelasnya.

Kendati sudah diresmikan, alat ini masih belum difungsikan untuk masyarakat Kabupaten Malang.

“Setelah dilakukan visitasi, maka bisa langsung digunakan,” tandasnya. (*)

Pondok Pesantren di Malang

Pos terkait