Bupati Malang Lakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Ponpes Salafiyah PPAI Darunnajah

  • Whatsapp
Foto : Bupati Malang sampaikan sambutan dalam acara peletakan batu pertama ponpes assalafi karangoloso
Foto : Bupati Malang sampaikan sambutan dalam acara peletakan batu pertama ponpes assalafi karangoloso

MALANGSATU.ID – Bupati Malang, HM Sanusi, melakukan Peletakan batu pertama pembangunan gedung TK, SD, SMP, SMA Yayasan Ma’had PPAI Darun Najah di Dusun Leses Desa Ngijo Kecamatan Karangploso, Minggu 9/8/2020.

Bacaan Lainnya

Bupati Malang hadir dalam kesempatan tersebut bersama para Kyai, Ulama, Umaro, Muspika Karangploso serta tokoh agama dan masyarakat setempat.

Bupati Malang menyampaikan bahwa keberadaan ponpes di Kabupaten Malang menjadi sangat untuk mengajarkan ilmu agama.

“Seperti diketahui bersama masyarakat Kabupaten Malang mayoritas beragama islam, sekitar 96% maka saya harap ilmu agamanya bisa seimbang dengan ilmu pengetahuan umum, karena ilmu agama untuk mengajarkan kita beribadah kepada Allah SWT sedangkan ilmu umum untuk menjalani kehidupan sosial dan duniawi. Pada hakikatnya manusia tidak bisa terlepas dari kehidupan duniawi maupun ukhrowi, dunia sebagai jembatan untuk menuju kehidupan akhirat,” jelasnya.

Menurut Bupati Malang, bahwa tempat pendidikan terbaik adalah yang ada pondok pesantren dan ini telah diadopsi oleh pendidikan umum yang selama ini melihat bahwa pendidikan pondok pesantren adalah pendidikan yang sempurna sehingga yang dibawah kementerian agama mulai tsanawiyah, aliyah, dan seluruh universitas islam negeri sudah ada ma’hadnya.

Foto : Bupati Malang, HM Sanusi mengikuti peletakan batu pertama pembangunan ponpes assalaafi

“Bahkan perguruan tinggi saat ini sudah mulai memahami bahwa hifdzil quran, IQ nya lebih tinggi daripada yang tidak, baik di UIN maupun UB kalau sudah hafal Quran 30 juz masuknya tanpa tes kecuali fakultas kedokteran. Secara nalar, Quran saja dihafalkan apalagi yang lain”, ujarnya.

Kemudian Bupati Malang, HM Sanusi bahwa dirinya sangat bangga bahwa pondok pesantren yang diasuh oleh KH. Mukhtar mendesain ponpesnya tidak hanya untuk belajar ilmu agama saja.

“Ini kebanggan kita sebagai umat islam khususnya KH. Mukhtar selaku pengasuh yayasan ini bisa mendesain pondok pesantren disamping belajar ilmu agama juga bisa menjadi pesantren yang hifdzil Quran juga dan ini ciri khas di Indonesia banyak pesantren yang bermetode menghafalkan Quran”, ujarnya

Lebih lanjut, Bupati Malang menyampaikan bahwa pihaknya sedang mendesain bagaimana nanti APBD bisa mengakomodir untuk kepentingan pondok pesantren, kalau pengajuan ke DPRD sudah bisa membangun pondok pesantren dan membiayai pendidikannya juga.

“Saya juga akan menerapkan CSR (Corporate Social Responsibility) yakni kepedulian perusahaan untuk membantu kegiatan sosial salah satunya untuk membina pondok pesantren. Seperti Baznas Kabupaten Malang sudah bisa mengumpulkan 8,6 M sebagian fokus di bedah rumah, masing-masing rumah mendapatkan 12,5 juta, RTLH kita benahi dengan memberikan program bedah rumah kepada masyarakat Kabupaten Malang,” imbuhnya.

Bupati Malang menambahkan bahwa kedepan dia berharap, “Kolaborasi kegiatan yang sinkron bersama antara ulama dan umaro.

“Dengan mengedepankan ajaran Rosulullah supaya kehidupan kita lebih barokah di jalan Allah SWT dan bangunan ini bisa bermanfaat mencetak SDM yang unggul, berintelektual bagus, pengetahuan agamanya juga bagus sebagaimana yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo,” pungkasnya. (*)

Pondok Pesantren di Malang

Pos terkait