Bertajuk Kopi Kemerdekaan, 4 OKP Bersatu Gelar Konsolidasi Kebangsaan

  • Whatsapp
Foto : ketua OKP bersama Kapolres dan Dandim dalam konsolidasi kebangsaan
Foto : ketua OKP bersama Kapolres dan Dandim dalam konsolidasi kebangsaan

MALANGSATU.ID – Sejarah baru terjadi di Kabupaten Malang, empat OKP (Organisasi Kepemudaan) besar Kabupaten Malang bersatu gelar konsolidasi kebangsaan bertajuk Kopi Kemerdekaan yang dilaksanakan di Metro Cafe Kepanjen, Senin 24/8/2020.

Bacaan Lainnya

Empat OKP besar Kabupaten Malang tersebut adalah GP Ansor, Pemuda Pancasila, Pemuda Muhammadiyah dan GM FKPPI Kabupaten Malang.

Hadir dalam acara tersebut, Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar dan Dandim 0818 Malang-Batu, Letkol. Inf. Yusub Dody Sandra, Kadispora Kabupaten Malang, Atsalis dan empat ketua OKP dan juga kader dari masing-masing OKP, terlihat Banser, Kolam, PP dan GM FKPPI bersatu dalam acara tersebut.

Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar dalam sambutanya menyampaikan bahwa acara ngopi bareng ini merupakan sejarah dan mungkin pertama kali terjadi di Indonesia.

“Ini sejarah, empat OKP besar kumpul bareng dan solid dalam satu visi kebangsaan”, ujarnya.

Kapolres Malang menyampaikan bahwa soliditas empat OKP ini patut di apresiasi dan dicontoh untuk daerah lain.

“Kebersamaan dan kesolidan empat OKP besar ini patut dicontoh, saya berharap daerah lain mencontoh OKP Kabupaten Malang”, ujarnya.

Menurut Kapolres Malang, konsolidasi kebangsaan yang dikemas dengan ngopi bareng ini merupakan hal yang positif.

“Konsolidasi ini harus kita tularkan, dari malang untuk Indonesia”, tandasnya.

Sementara itu, Husnul Hakim Sy, MH, ketua GP Ansor Kabupaten Malang dalam sambutanya menyampaikan bahwa bersatunya empat OKP ini merupakan hal langka dan baru pertama terjadi di Malang.

“Awalnya ide ini muncul saat kita ngopi dan berdiskusi memotret kondisi kekinian bangsa ini, yang kemudian kita sepakati bahwa diperlukan silaturahmi antar elemen anak bangsa, sehingga terselenggara acara konsolidasi kebangsaan ini”, ujarnya.

Tujuan dari kegiatan ini, menurut Husnul Hakim adalah untuk menyatukan visi dan rasa nasionalisme anak muda dalam menghadapi bencana pandemi covid-19 dan rongrongan terhadap bangsa ini dari ideologi trans nasionalisme.

“Baju kami memang beda, tapi visi kebangsaan kami sama, nasionalisme kami sama, maka kami sepakat untuk bersama hadapi berbagai tantangan bangsa ini bersama-sama, apalagi dari rongrongan ideologi yang akan merubah pancasila dan bentuk negara ini”, terangnya.

Lebih lanjut, Ketua Ansor ini mengatakan bahwa tantangan kedepan bangsa ini semakin komplek.

“Menghadapi tantangan bangsa ini yang makin komplek, maka pemuda harus bersatu, tidak boleh lagi terpecah belah”, ujarnya.

Sedangkan, Priyo Bogang Sudibyo ketua Pemuda Pancasila Kabupaten Malang pada kesempatan yang sama menyampaikan bahwa bersatunya empat OKP ini merupakan warning bagi siaa saja, kelompok manapun yang akan mencoba-coba mengusik ideologi pancasila.

“Kita bersatu, dan ini warning bagi kelompok yang akan mengusik ideologi pancasila”, ujarnya.

Kemudian, Priyo Bogank mengatakan bahwa pertemuan empat OKP ini akan rutin dilakukan sebagai bentuk komitmen bersama menjaga kondusifitas Kabupaten Malang.

“Kegiatan seperti ini akan kami lakukan secara rutin, dan tidak hanya sekedar seremonial saja, tapi kita implementasi kan di lapangan dengan turut serta menjaga kondusifitas Kabupaten Malang”, tandasnya.(*)

Pondok Pesantren di Malang

Pos terkait