Syuriah NU Kab Malang Siapkan Pengganti Umar Usman

  • Whatsapp
Foto : Rois Syuriah PCNU Kan Malang, KH Fadhol Hija
Foto : Rois Syuriah PCNU Kan Malang, KH Fadhol Hija

MALANGSATU.ID – Syuriah NU Kabupaten Malang menyiapkan pengganti dr. Umar Usman sebagai ketua PCNU Kabupaten Malang.
Hal ini karena dr. Umar Usman ikut dalam politik praktis kontesrasi pilkada Kabupaten Malang memperebutkan jabatan Bupati Malang, dimana hal ini dilarang menurut AD/ART NU.

Bacaan Lainnya

Sepertinya yang disampaikan oleh KH Fadhol Hija, Rois Syuriah PCNU Kabupaten Malang bahwa pihaknya telah menyiapkan pengganti ketua Tanfidiyah PCNU Kabupaten Malang.

“KH Imam Ma’ruf akan menggantikan dr Umar Usman sebagai Ketua PCNU Kabupaten Malang”, terangnya.

Menurut pimpinan tertinggi NU Kabupaten Malang ini, dikarenakan dr Umar Usman bakal maju sebagai Calon Bupati Malang.

“Perihal pengganti dr Umar, ada KH Imam Ma’ruf. Itu langsung masuk dalam pemilihan ketua PCNU Kabupaten Malang,” jelasnya, Senin 6/7/2020.

KH Imam Ma’ruf saat ini diketahui menjabat sebagai wakil Ketua PCNU Kabupaten Malang.

“Ketua PCNU harus mengundurkan diri jika mencalonkan diri sebagai jabatan politik alias jadi Calon Bupati Malang,” ujarnya.

KH Fadhol Hija menambahkan, sikap NU dalam Politik praktis berdasarkan keputusan Muktamar NU ke-28 di Krapyak, Yogyakarta

“Hal yang berkaitan dengan NU, kami tidak memperbolehkan membawa lambang NU dalam kegiatan politik dan kampanye. Kalau ada semacam itu berarti keluar dari aturan yang berlaku,” terangnya.

Jika ada yang membawa NU secara institusi, menurut Rois Syuriah NU Kabupaten Malang ini, itu tidak sesuai aturan dan etika di NU.

“Apalagi pengurusnya, baik Syuriah maupun tanfidiyah, jika mencalonkan diri dalam jabatan politik maka harus mundur”, jelasnya.

Sementara itu, menurut salah satu pengurus PCNU yang tidak mau disebutkan namanya, bahwa secara aturan di NU tegas, harus mundur jika sudah mendaftar calon Bupati.

“Memang di AD/ART jelas begitu, tapi mundurnya setelah mendaftar di KPU”, terangnya.

Namun demikian, dia mengatakan bahwa secara etika organisasi, dr. Umar Umar harusnya mundur ketika daftar di PDI Perjuangan.

“Secara etika, dia harus mundur ketika daftar di PDI Perjuangan dulu, karena ketika mencalonkan sebagai ketua Tanfidiyah PCNU Kabupaten Malang pada konfercab NU di Ngantang, dia menanda tangani pakta integritas yang salah satu poin nya adalah tidak mencalonkan diri pada jabatan politik baik legislatif maupun eksekutif”, ungkapnya.

Pengurus PCNU ini juga menambahkan bahwa majunya ketua PCNU Kabupaten Malang dalam pilkada ini tidak akan mengurangi dan mengganggu organisasi NU.

“Secara organisasi tidak akan berpengaruh, karena du NU banyak SDM yang lebih baik dalam mengelola organisasi, namun tidak etis saja NU di Bawa-bawa ke politik praktis”, tandasnya.(*)

Pondok Pesantren di Malang

Pos terkait