Ringkus Pengedar, Reskoba Polres Malang Amankan Ratusan Gram Ganja dan sabu

  • Whatsapp
Foto : Kapolres Malang saat rilis penangkapan pengedar narkoba
Foto : Kapolres Malang saat rilis penangkapan pengedar narkoba

MALANGSATU.ID – Jajaran Satreskoba Polres Malang berhasil meringkus pengedar ganja dan sabu Endro Suryanto (42) warga Blimbing Kota Malang. Dalam penangkapan tersebut polisi berhasil menyita 127,86 gram sabu dan 870,83 gram ganja kering.

Bacaan Lainnya

Dalam rilisnya, Kapolres Malang AKBP Hendri Umar.SIK.MH mengatakan bahwa penangkapan yang dilakukan jajaran satreskoba Polres Malang tersebut, berdasarkan informasi dari masyarakat yang melaporkan adanya transaksi narkoba.

“Informasi dari masyarakat, akan ada transaksi narkoba di daerah Mangliawan Pakis. Kemudian anggota dari melakukan penyelidikan dan ternyata benar”, terangnya.

Kapolres Malang menyampaikan bahwa setelah di tangkap kemudian dikembangkan ke rumah istri siri ES.

“Ditempat ini, kita amankan barang bukti ganja 80 gram dan 18,22 gram sabu. Kemudian kembali kita kembangkan, ke rumah orangtua ES, ketika dilakukan penggeledahan ditemukan barang bukti lumayan besar, 700 gram lebih sabu dan sekitar 115 gram ganja,” ungkapnya, Jumat 24/7/2020.

Lebih kanjut, Kapolres Makang menyampaikan bahwa tersangka Endro, mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari W, yang kini masih dalam pemantauan polisi.

“Dari Pengakuan tersangka, barang ini diperintahkan dari W yang masih dalam pantauan kita. Tersangka ini bagian meranjau. Si tersangka ini tidak tahu harga barangnya, yang tahu ya W tadi. Ini kemungkinan ada jaringan lapas, tapi anggota masih melakukan pendalaman kasus,” lanjutnya.

Kapolres Maknag, AKBP Hendri Umar menyebutkan bahwa tersangka mengaku baru 5 kali terlibat dalam jaringan peredaran narkoba dan sebelumnya hanya pemakai.

“Sudah kita pantau cukup lama. Peredarannya masih di sekitar Malang Raya,” tandasnya.

Akibat perbuatannya, tersangka bakal dijerat pasal 114 ayat 1 dan 2 subsider pasal 111 ayat 1 subsider pasal 112 ayat 2 undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang narkotika. Adapun ancaman hukumannya maksimal 20 tahun penjara. (*)

Pondok Pesantren di Malang

Pos terkait