Pencegahan COVID-19, Mahasiswa UMM Berikan Sosialisasi Mematuhi Protokol Kesehatan

  • Whatsapp
Foto : Maahasuswa KKN UMM bersama masyarakat
Foto : Maahasuswa KKN UMM bersama masyarakat

MALANGSATU.ID – Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Bhaktimu Negeri Universitas Muhammadiyah Malang merupakan kegiatan pengganti KKN yang ditawarkan oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), untuk mempermudah menjalankan KKN disaat pandemi covid-19 ini.

Bacaan Lainnya

Terdapat dua bentuk kegiatan PMM yaitu, proyek dan edukasi. Kegiatan PMM Bhaktimu Negeri ini diprogram oleh mahasiwa UMM kapan pun dan tidak perlu menunggu setiap semester secara individu ataupun kelompok, adapun lokasi kegiatan dan kelompok dapat ditentukan oleh mahasiswanya sendiri.

Kegiatan yang dipilih berupa edukasi yang bertujuan untuk memberikan atau meningkatkan kompetensi, pemahaman atau pengetahuan, keterampilan, dan juga sikap masyarakat. Pada Sabtu (25/07/2020) sampai dengan, Senin (27/07/2020), kelompok 9 gelombang 3 melakukan sosialisasi terkait pencegahan penyebaran covid-19 kepada masyarakat Desa Kucur, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang dan kegiatan ini diawasi dan dibimbing oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Ir. Muhammad Irfan, MT.

Desa kucur merupakan salah satu desa di Kabupaten Malang yang masih belum terdapat kasus positif covid-19. Namun Kecamatan Dau merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Malang yang berzona merah.

Pada Senin (27/07/2020), Satgas COVID-19 Kabupaten Malang mengatakan bahwa jumlah kasus ODP sebanyak 26, PDP sebanyak 43 dan positif sebanyak 17 di Kecamatan Dau. Jumlah angka tersebut kami dapatkan dari update situasi peta sebaran COVID-19 di Jawa Timur yang dirilis oleh Dinas Kominfo Provinsi Jawa Timur.

“Desa Kucur, terkenal kaya akan sumber daya alamnya, karena mayoritas masyarakat bekerja sebagai petani di ladang. Waktu mereka setiap harinya banyak dihabiskan pergi ke ladang. Terdapat banyak ladang disana, seperti ladang cabai, tomat, kopi, jeruk dan berbagai aneka sayuran. Pemerintah Desa Kucur telah memberikan sosialisasi kesehatan agar masyarakat sekitar mengkonsumsi jeruk, karena jeruk dikenal sumber vitamin c yang dapat meningkatkan kekebalan tubuh,” ucap Bapak Abdul Karim, S.Pd. Selaku Kepala Desa Kucur yang telah menjabat selama tiga periode saat diwawancarai, Sabtu (25/07/2020).

Dalam waktu tiga hari ini, diawali dari Dusun Turi dan dilanjutkan di Dusun Kerajan kami melakukan sosialisasi dari rumah ke rumah terkait apa saja yang perlu dilakukan pada saat new normal ini.

Protokol kesehatan selalu kami bagikan pada masyarakat untuk menambah kesadaran diri dalam memutus ikatan rantai penyebaran covid-19. Hal yang paling utama kami sampaikan adalah selalu memakai masker, tidak menyentuh wajah gunakan tisu bersih jika terpaksa, jaga jarak, cuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau handsanitizer, membawa barang-barang pribadi, tidak merokok saat beraktivitas diluar rumah.

Selain itu, pihaknya selalu mengingatkan agar masyarakat konsumsi makanan yang bergizi, minum air mineral 8 gelas perhari, konsumsi vitamin yang dapat meningkatkan imun tubuh, berjemur di pagi hari, rutin berolahraga ringan dan istirahat yang cukup.

Pihaknya juga memberikan contoh bagaimana langkah cuci tangan yang benar, cara menggunakan dan melepas masker yang benar, serta etika batuk dan bersin kepada masyarakat Desa Kucur. Dari kegiatan sosialisasi ini, dapat dilihat terdapat beberapa masyarakat yang kurang kesadaran dalam dirinya untuk mematuhi protokol kesehatan di era new normal ini.

Tidak mudah perjalanan kami dalam melakukan sosialisasi dari rumah ke rumah. Namun, terdapat beberapa rumah yang menolak untuk diberikan sosialisasi meskipun kami telah mendapatkan izin dari bapak RT dan bapak kepala desa.

“Dusun Turi merupakan dusun pertama yang dimasuki ketika pergi ke Desa Kucur, bisa disebut dusun perbatasan antar desa. Banyak sekali orang yang melewati dusun ini. Beberapa penolakan terjadi dikarenakan beberapa waktu lalu sempat terjadi adanya penipuan bermodus tes kesehatan, sehingga membuat masyarakat dusun kucur sangat berhati-hati dalam menerima tamu di rumahnya,” kata Bapak Suwandi, selaku RT saat diwawancarai, Minggu (26/07/2020).

Kesadaran diri sendiri dalam menjalankan pola hidup sehat dan selalu menjaga kebersihan sangat diperlukan pada saat new normal ini. Tentu saja semua kegiatan yang dilakukan di luar rumah selalu mematuhi protokol kesehatan yang berlaku.

Di Indonesia banyak pula kasus orang tanpa gejala, dimana tanpa disadari orang tersebut dapat menularkan kepada orang lain. Tetapi terdapat beberapa orang menganggap covid-19 saat ini tidak ada, bahkan tidak mematuhi protokol kesehatan yang berlaku.

Mari saling menjaga, saling melindungi siapa pun yang ada di sekitar, utamanya adalah keluarga, terus bersama-sama kita memutus ikatan rantai penyebaran covid-19. (*)

Pondok Pesantren di Malang

Pos terkait