Peduli Pendidikan, Padepokan Cinta Tanah Air Siapkan Wifi Gratis Bagi Siswa Untuk Pembalajaran Daring

  • Whatsapp
Foto : Siswa TK NU Muslimat Curungrejo saat belajar bersama di PCTAI Kepanjen
Foto : Siswa TK NU Muslimat Curungrejo saat belajar bersama di PCTAI Kepanjen

MALANGSATU.ID – Adanya kebijakan pemerintah dalam proses pembelajaran online dan daring bagi semua lembaga pendidikan di era pandemic covid-19 menjadi persoalan tersendiri dan sangat tidak mudah baik bagi penyelenggara Pendidikan, orang tua siswa, maupun anak-anak itu sendiri.

Bacaan Lainnya

Berbagi persoalan kemudian muncul, baik bagi orang tua siswa, guru dan siswanya.

Hal ini membuat pengasuh Padepokan Cinta Tanah Air Curungrejo Kepanjen, M. Iksan prihatin dan turut peduli dengan kondisi ini, sehingga pihaknya menyediakan tempat dan wifi gratis bagi siswa dilingkungannya.

“Persoalannya bukan punya atau tidak punya Handphone android, kalaupun punya Handphone android hanya satu saja sedangkan anaknya lebih dari 2 anak dengan tinggat sekolah berbeda juga menjadi persoalan, belum lagi Hp orang tua harus dipakai untuk bekerja”, terangnya.

Persoalan yang juga muncul, menurut M. Iksan adalah orang tua siswa harus mampun menjadi guru pendamping berbagai mata pelajaran seperti Bahasa inggris, matematika, IPA, IPS dan maple-mapel lainya.

“Belum lagi orang tua siswa yang gagap Teknologi harus menyesuaikan dan belajar menggunakan berbagai fasilitas android untuk pembelajaran.
Selain itu orang tua siswa masih harus terbebankan dengan penyediaan kuoto internet kalau punya anak 2 sampai 3 dengan jenjang berbeda, maka harus mengeluarkan biaya ekstra untuk beli kuota internet”, ujarnya.

Mensikapi hal demikian, M. Iksan menyampaikan bahwa Padepokan Cinta Tanah Air, menawarkan satu solusi mungkin hal ini kelihatan sangat kecil tapi semoga sedikit membantu dan bermafaat. Yakni, Maksimalkan pemanfaatan tempat dan WiFi untuk keperluan pendidikan daring maupun juring di Padepokan Cinta Tanah Air.

“Semoga ini bisa menolong orang tua siswa maupun anak yang tidak memiliki Hp android atau kuota Paketan internet”, ujarnya.

Foto : suasana belajar siswa di padepokan cinta tanah air curungrejo

M. Iksan mengatakan bahwa Padepokan Cinta Tanah air membuka ruang Wifi dan Fasilitas lainya untuk dapat digunakan untuk belajar kelompok secara daring/juring dengan Protokol Covid-19 yakni tetap dengan Jaga Jarak, Pakai Maker dan Cuci Tangan Pakai sabun/hand sanitizer.

“Setiap kelompok belajar maksimal 10 anak dan Maksimal 2 Jam, satu hari maksimal 3 sampai 4 kelompok belajar dari jam 7:00 s/d 16:00, silahkan yang berminat didata dan ditata agar tidak terjadi bentrok waktunya”, tandasnya.

Iksan menambahkan seperti yang dilakukan oleh Taman Kanak-Kanak Muslimat NU Curungrejo hari ini, yang menggunkan fasilitas tempat dan Wifi padepokan Cinta Tanah Air.

“Ada sekitar 8 sampai 10 anak yang datang bersama gurunya dan belajar disini”, jelasnya.

Lebih lanjut, Iksan berharap dan mengajak jika ada dermawan yang mungkin juga ingin berkontribusi memberikan makan tambahan yang bergizi untuk anak-anak.

“Ya mungkin ada yang mau bantu makanan, kami persilahkan, misal pemberian kacang hijau-susu dan suplay makan sehat dan bergizi lainya”, ujarnya.

Sementara itu, Luluk Nadhiroh, S.Pd.TK Kepala Sekolah TK Muslimat NU Curungrejo, menyampaikan terima kasih atas fasilitasi yang disiapkan oleh PCTAI.

“Tempat maupun Wifi nya ini sangat membantu bagi sekolah kami,
Tempatnya nyaman dan aman serta sehat, karena jauh dari jalan raya dan tidak bising serta langsung dibawah rindangnya pepohonan dengan udara segar”, tandasnya. (*)

Pondok Pesantren di Malang

Pos terkait