Dilantik, Wahyu Hidayat Resmi Jabat Sekda Kabupaten Malang

  • Whatsapp
Foto : Prosesi pelnatikan dan pengambilan sumpah jabatan sekda kab malang
Foto : Prosesi pelnatikan dan pengambilan sumpah jabatan sekda kab malang

MALANGSATU.ID – Wahyu Hidayat resmi jabat Sekretaris Daerah Kabupaten Malang setelah dilantik oleh Bupati Malang HM Sanusi, Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Janji Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Sekda Kabupaten Malang ini digelar di Pendopo Agung, Kabupaten Malang, Jalan Agus Salim no.7, Kota Malang, dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19, Senin 20/7/2020.

Bacaan Lainnya

Wahyu Hidayat ditetapkan menjadi Sekda Kabupaten Malang ini usai melalui proses sekeksi yang cukup panjang. Sebelumnya, Wahyu menjabat sebagai Pejabat (PJ) Sekda Kabupaten Malang sejak 4 Juni 2020.

Wahyu Hidayat menyisihkan dua nama calon lainnya, yakni Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Pemkab Malang, Made Arya Whedantara, dan Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Pemkab Malang, Nurman Ramdanysah

Usai pengambilan sumpah dan pelantikan, dalam sambutannya, Bupati Malang HM Sanusi berpesan ke Sekda Kabupaten Malang yang baru dilantik ini agar selalu datang 15 menit lebih awal dari jam masuk kerja.

“Sesuai dengan sumpah dan janjinya yang barusan diucapkan, bahwa akan menjadi contoh yang baik. Ya salah satunya saya ingin Sekda datang 15 menit sebelum jam masuk atau jam 8. Biar disiplin,” ujarnya.

Buoati Malang, HM Sanusi, mengatakan bahwa hal itu dilakukan agar dapat memonitor para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Malang agar bisa lebih disiplin bekerja.

“Jadilah seorang seperti guru madrasah. Kalau guru madrasah kan ke gerbang dan nyalimi murid. Sekda silahkan berdiri di pintu depan kantor kerja yang berada di pendapa Agung atau Kepanjen agar ASN yang datang bisa langsung disapa, dan bisa memonitor langsung,” jelasnya.

Sementara itu, Wahyu Hidayat mengatakan bahwa sudah sedari dulu ia mempunyai kebiasaan datang lebih 15 menit dari jam kerja.

“Saya sudah dulu seperti itu. Intinya kan kedisiplinan ya saya akan terapkan lagi,” ujarnya.

Penerapan datang 15 menit itu, kata Wahyu, akan mempermudah mengetahui siapa ASN yang telat datang kerja.

“Jadi saya datang 15 menit sebelum jam 8 pagi, ketika masuk jam 8 saya minta rekap dan mencatat sapa yang telat,” tambahnya.

Wahyu menambahkan bahwa jika ada ASN yang telat, maka akan ada sanksi, dan sanksinya disesuaikan dengan aturaan yang ada.

“Kalau ada ASN yang telat, siap-siap ada sanksi. mulai dari sanksi teguran sampai pada pemberian. Surat Peringatan (SP)”, tandasnya. (*)

Pondok Pesantren di Malang

Pos terkait