Dampak Pandemi Covid-19, Sehari 40 Kasus Perceraian Terjadi Di Kabupaten Malang

  • Whatsapp
Foto : Santoso, ketua Pengadilan Agama Kabupaten Malang
Foto : Santoso, ketua Pengadilan Agama Kabupaten Malang

MALANGSATU.ID – Dampak pandemi Covid-19 juga dirasakan oleh Pengadilan Agama Kabupaten Malang, karena selama pandemi dan peneraan PSBB di Kabupaten Malang, pengajuan perceraian dibatasi.

Bacaan Lainnya

Sehingga pasca penerapan PSBB memasuki masa transisi new normal, kini ratusan pemohon perkara perceraian mengantri di Kantor Pengadilan Agama Kabupaten Malang.

Santoso, Ketua Pengadilan Agama Kabupaten Malang, menjelaskan, bahwa pada awal pandemi covid-19 Pengadilan Agama Kabupaten Malang, selama 14 hari tidak menerima perkara perceraian.

“Satu bulan kemudian hanya menerima perkara dengan dilakukan pembatasan maksimal 10 perkara dengan menggunakan standart protokol kesehatan,” jelasnya.

Santoso mengatakan bahwa seminggu kemudian, pengajuan perkara perceraian dinaikkan 40 perkara dalam sehari.

”Hingga Saat ini rata-rata sehari ada 40 kasus perkara perceraian yang diajukan ke pengadilan agama”, terangnya.

Bahkan antrian hingga tiga hari kedepan, menurut Santoso, mencapai sekitar 120 an perkara antri di pengadilan agama Kabupaten Malang.

“Antriannya sudah mencapai 120 perkara”, ungkapnya.

Lebih lanjut, Santoso menambahkan bahwa saat ini Pengadilan Agama Kabupaten Malang menjalin kerjasama dengan Dispendukcapil Kabupaten Malang dalam pelayanan cetak KK pasca putusan cerai.

“Saat ini Pengadilan Agama bersama dengan dispendukcapil bekerjasama untuk bisa mencetak KTP dan KK pemohon perceraian di pengadilan agama, sehingga pemohon perceraian yang sudah incrach bercerai, maka KK pemohon langsung bisa dicetak di pengadilan agama dengan status cerai hidup. Sementara untuk KTP masih harus dicetak didispendukcapil.” tandasnya. (*)

Pondok Pesantren di Malang

Pos terkait