Berangkatkan Santri Al Falah Ploso, Begini Pesan Bupati Malang

  • Whatsapp
Foto : Bupati Malang saat berangkatkan santri Ploso di bendo pagak
Foto : Bupati Malang saat berangkatkan santri Ploso di bendo pagak

MALANGSATU.ID – Bupati Malang, HM Sanusi, memberangkatan Santri Asal Malang menuju Pondok Pesantren Al Falah Ploso Kediri dari halaman MTS Roudlotul Ulum, Desa Sumberejo, Kecamatan Pagak, Jumat 24/7/2020 siang.

Bacaan Lainnya

Seeluruh santri yang akan berangkat kembali menimba ilmu ke pondok Ploso Kediri ini sudah menjalani karantina mandiri selama dua minggu sebelum berangkat.

Bupati Malang, HM Sanusi dalam kesempatan tersebut menyampaikan terkait dengan pentingnya menimba ilmu agama di pondok pesantren.

”Kita semua sama ingin mengabdikan diri kepada bangsa dan negara. Terpenting kita harus berpedoman pada agama. Mudah-mudahan kalian semua yang akan meniti ilmu mendapatkan ilmu bermanfaat”, ujarnya.

Bupati Malang juga mengatakan bahwa santri tidak boleh minder dan tidak boleh takut tidak jadi apa- apa.

“Semoga setelah menjadi santri, kelak menjadi seorang pemimpin yang baik dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bupati Malang, HM Sanusi berpesan, selama tinggal di pesantren, para santri ini harus tetap dan selalu mematuhi dan memperhatikan protokol kesehatan. Baik saat melakukan aktivitas didalam maupun di luar lingkungan pondok pesantren.

“Selalu patuhi protokol kesehatan, menggunakan masker, tidak berjabat tangan, mencuci tangan menggunakan sabun, tetap menjaga jarak di setiap kegiatan”, tandasnya.

Sementara itu, KH Fadil Khozin M.Pd penanggung jawab dan sekaligus pengurus Mutaharijin Alfalah Ploso Malang mengatakan bahwa Santri Ploso yang di Malang boleh kembali ke Pesantren Plosi kalau sudah melaksanakan isolasi daerah selama 10 hari.
Ada beberapa tempat di Malang ini yang di jadikan tempat isolasi mandiri sebelum santri berangkat dan kembali keoesantren Ploso.

“Ada 4 tempat untuk isolasi mandiri santri ploso sebelum kembali ke pondok, untuk Putra zona Malang Utara di PP Assyadili pakis, santri Putra zona Malang selatan di PP Al-Hidayah bendo pagak”, jelasnya.

Gus Fadil, biasa di panggil menambahkan bahwa ketika isolasi mandiri, orang tua dan siapa pun termasuk alumni di larang keras memasuki area isolasi, dan ketemu dengan Putranya.

“Semua dilarang bertemu santri selama dilakukan isolasi mandiri”, jelasnya.

Menutut Gus Fadil, hanya saja untuk santri putri di tunda kembalinya ke pondok setelah lebaran idul adha .

“Untuk santri putri ditunda setelah lebaran idul adha”, ujarnya.

Untuk tempat isolasi mandiri bagi Santri putri, menurut Gus Fadil ada dua zona.

“Yang pertama di PP Mamba’un ur Gading Bululawang dan PP Alfalah Ganjaran Gindanglegi”, jelas ya.

Gus Fadil juga menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran Bupati Malang dalam pemberangkatan santri al falah Ploso.

“Saya sebagai pengurus, menyampaikan terima kasih kepada Bupati Malang yang telah hadir dalam pemberangkatan santri Ploso, ini bentuk kepedulian beliau sebagai kepala daerah, karena ya beliau kan basiknya juga santri yang mondok bertahun-tahun”, pungkasnya. (*)

Pondok Pesantren di Malang

Pos terkait