Tiga Kepala Daerah Malang Raya Sepakat Perpanjangan Masa Transisi New Normal

  • Whatsapp
Foto : Gubernur Jatim pimpin rapat evaluasi tiga kepala daerah dibakorwil malang
Foto : Gubernur Jatim pimpin rapat evaluasi tiga kepala daerah dibakorwil malang

MALANGSATU.ID – Gelar rapat evaluasi masa transisi new normal, tiga kepala daerah Malang Raya akhirnya sepakat memperpanjang masa transisi sampai waktu yang belum bisa ditentukan. Tiiga kepala daerah Malang Raya melakukan rapat evaluasi masa transisi di kantor Bakorwil III Malang, Sabtu 20/6/2020.

Bacaan Lainnya

Dalam rapat tersebut dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur, Kapolda Jatim, Pangdam V Brawijaya, Pangdiv II Kostrad dan Forkompimda Malang Raya.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan bahwa perpanjangan masa transisi tersebut karena Malang Raya masuk ke dalam area dengan resiko sedang.

“Artinya masih berada di zona warna orange, dan belum masuk ke dalam zona kuning ataupun zona hijau”, ujarnya.

Menurut Gubernur Jatim, bahwa suatu daerah baru bisa menerapkan New Normal ketika daerah tersebut sudah berada di zona hijau.

“Malang Raya masih masuk area resiko sedang. Dengan Kota Malang dan Kota Batu zona orange, dan Kabupaten Malang masih zona merah,” terangnya.

Khofifah menjelaskan, bahwa dalam perpanjangan masa transisi ini diharapkan Malang Raya bisa masuk ke zona kuning.

“Oleh karenanya, masyarakat diimbau agar tetap menjaga kedisiplinan di manapun mereka berada, yakni dengan tetap mengenakan masker dan tetap menerapkan physical distancing”, ujarnya.

Lebih lanjut, Khofifah mengatakan bahwa dirinya optimis, jika disiplin masyarakat di Malang Raya bisa berjalan efektif, maka Malang Raya bisa masuk ke dalam zona hijau.

“Malang Raya bisa menjadi pelopor daerah lain dalam mengatasi percepatan penanganan Covid-19”, ujarnya.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengatakan bahwa sesuai arahan Panglima TNI, bahwa yang berada di garda terdepan untuk kedisiplinan masyarakat adalah warga itu sendiri.

“Pesan beliau, saya minta tolong disampaikan, garda terdepan kedisiplinan adalah warga itu sendiri. Sebelum vaksin Covid-19 ditemukan, vaksin paling ampuh adalah kedisiplinan dari warganya”, pungkasnya. (*)

Pondok Pesantren di Malang

Pos terkait