Sejumlah Pesantren Akan Dilakukan Rapid Test Oleh Satgas Covid-19 NU Malang Raya, Cegah Penularan Covid-19

  • Whatsapp
Foto : dr syifa Mustika, kasatgas covid NU Malang raya
Foto : dr syifa Mustika, kasatgas covid NU Malang raya

MALANGSATU.ID – Satgas Covid-19 Nahdlatul Ulama (NU) Malang Raya targetkan 24 pondok pesantren (Ponpes) di-screening untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Bacaan Lainnya

Hal ini disampaikan oleh dr Syifa Mustika, Ketua Satgas Covid-19 NU Malang Raya, yang mengatakan bahwa sampai saat ini, santri dari delapan ponpes rampung dilakukan rapid test.

“Perkembangannya masih berjalan. Jadi setelah pencanangan masa transisi new normal ini kami sudah running hampir delapan pesantren yang kami cek termasuk kemarin santri Gontor,” jelasnya, Senin 22/6/2020.

dr Syifa Mustika menyebutkan bahwa setidaknya 2000 santri telah mengikuti rapid test. Mereka juga diperiksa kondisi klinisnya untuk memastikan agar tidak membawa penyakit lain ke dalam pondok.

“Kami periksa juga kondisinya fisiknya supaya saat kembali ke pondok dalam kondisi sehat,” ujarnya.

dr Syifa Mustika mengatakan hasil rapid test menunjukkan sejumlah santri yang reaktif. Meski jumlahnya tidak sampai 1 persen dari total santri yang diperiksa.

“Santri reaktif tidak diperkenankan kembali ke pondok atau mengikuti kegiatan ibadah secara komunal”, jelasnya.

dr Syifa Mustika mengatakan bahwa bagi santri yang reaktif direkomendasikan isolasi mandiri selama 14 hari.

“Bagi santri yang punya tanda-tanda sakit disuruh kembali ke rumah untuk isolasi 14 hari. Harapannya 14 hari itu tidak berkerumun”, ujarnya.

“Ponpes juga menyediakan ruang isolasi karena mungkin ada yang reaktif,” lanjutnya.

Beberapa pekan lalu, Satgas Covid-19 NU Malang Raya me-rapid test 250 santri yang akan kembali ke Ponpes Modern Darussalam Gontor di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.

Para santri diambil darahnya untuk diperiksa sebagai pencegahan penularan virus corona. (*)

Pondok Pesantren di Malang

Pos terkait