Sejumlah Pengasuh Ponpes Dari Kalbar Kunjungi PPRU 1 Ganjaran Malang

  • Whatsapp
Foto : Pengasuh pesantren dari Kalbar saat berkunjung ke ponpes PPRU I Ganjaran Malang
Foto : Pengasuh pesantren dari Kalbar saat berkunjung ke ponpes PPRU I Ganjaran Malang

MALANGSATU.ID – Sejumlah pengasuh pondok pesantren dari Kalimantan Barat (Kalbar) lakukan kunjungan silaturahmi ke Pondok Pesantren Raudlatul Ulum (PPRU) 1 Ganjaran Kecamatan Gondanglrgi Malang.

Bacaan Lainnya

Beberapa pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) dari Kalimantan Barat yang melakukan kunjungan tersebut di antaranya adalah Kyai Suaidi Mastur selaku Koordinator rombongan, Kyai Zamroni Hasan, Habib Toha al-Jufri, Habib Muhammad al-Qadri, Kyai Fakhrurozi, Kyai Zainuddin Ali, dan sejumlah Kyai muda lainnya.

Para tamu yang disambut langsung oleh Pengasuh Utama PPRU 1 Malang, KH Mukhlis Yahya didampingi sejumlah pengasuh utama lainnya seperti KH Abdul Manan, KH Nasihuddin, KH Abdurrahman, KH Abdurrahim dan beberapa kyai lainnya di kediamannya, Desa Ganjaran Gondanglegi Kabupaten Malang, Selasa 23/06/2020.

Selain silaturahim, tujuan utama kunjungan pengasuh pondok pesantren dari Kalimantan Barat tersebut, juga untuk meminta pencerahan terkait nasib dan masa depan pesantren, khususnya dalam konteks pandemi Covid-19 ini.

Dalam kesempatan tersebut, KH Suaidi Mastur mengatakan bahwa para Kyai di Kalbar saat ini sedang dilanda keresahan dengan situasi yang tidak menentu saat ini menyebabkan banyak santri belum bisa kembali ke pesantren, hal ini tentu saja sangat merugikan dan berdampak pada pesantren dan masyarakat secara umum.

“Dengan disahkannya Undang-undang (UU) Pesantren (No.18 Tahun 2019) bisa berdampak buruk bagi kekhasan, kemandirian, dan masa depan pesantren,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, salah satu Pengasuh PPRU 1 KH. Abdurahman menyampaikan bahwa terkait dampak pandemi Covid-19 semua kyai sebetulnya memiliki keresahan yang sama. Karena dampak itu sangat terasa dalam berbagai aspek kehidupan sosial-ekonomi masyarakat termasuk pesantren.

“Hanya saja, persepsi dan respon Kyai-kyai pesantren beragam, mulai yang percaya, setengah percaya dan tidak, dan ada juga yang tidak percaya. Persepsi itu melahirkan respon dan kebijakan yang beragam pula, misalnya yang berkaitan dengan penetapan masa libur dan aktif pesantren,” tambahnya.

Kendati demikian, Direktur Pascasarjana IAI Al Qolam Malang ini menegaskan, pada dasarnya semua Kyai memiliki harapan yang sama, yaitu pandemi ini segera berakhir dan kehidupan pesantren kembali normal seperti sedia kala.

Sementara Pengasuh Utama PPRU 1 Kyai Mukhlis Yahya juga mengamini harapan tersebut. Menurutnya, Covid-19 telah sukses membuat kehidupan pesantren menjadi serba sulit.

“Karena itu, kita berharap pandemi ini segera berakhir dan kita semua diberi keselamatan serta kesehatan oleh-Nya,” harapnya.

Kyai Nasihuddin mengatakan bahwa UU Pesantren justru menguntungkan masa depan pesantren, sebab dalam regulasi itu tidak hanya menegaskan pengakuan konstitusional negara terhadap pesantren.

“Tetapi juga memproteksi kekhasan dan tradisi berbasis kitab kuning dalam kehidupan pesantren sejak dulu,” imbuhnya.

Menurutnya, yang harus dilakukan adalah justru mengawal perumusan Peraturan Pemerintah (PP) mumpung rumusan itu belum muncul.

“Tujuannya adalah agar PP itu mengakomodir harapan para Kyai Pesantren serta tidak menyimpang dari ketentuan-ketentuan yang termuat dalam UU Pesantren,” ungkapnya.

Sementara Kyai Abdurrahman menuturkan, jika ada pasal yang dirasa janggal, maka yang harus dilakukan adalah klarifikasi (tabayyun) dan menempuh jalur konstitusional.

“Yakni judicial review kepada Mahkamah Konstitusi (MK),” tuturnya.

Kemudian Habib Toha al-Jufri menyatakan kegembiraannya atas hasil perbincangan tersebut. Menurutnya, rombongan ini datang ke Jawa untuk menimba pengetahuan dari para Kiyai.

“Mengingat pesantren yang ada di Kalbar relatif masih baru, sehingga sangat membutuhkan arahan dan sekaligus doa para kyai yang relatif jauh lebih berpengalaman dalam mengelola pesantren,” tandasnya. (*)

Pondok Pesantren di Malang

Pos terkait