Peringati Hari Lingkungan Hidup, GAPPEL Sesalkan Banyaknya Baliho Dipaku Pada pohon

  • Whatsapp
Foto : Beberapa media promosi yang di paku di pohon di wilayah kab malang
Foto : Beberapa media promosi yang di paku di pohon di wilayah kab malang

MALANGSATU.ID – Pegiat lingkungan yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Peduli Pendidikan dan Lingkungan (GAPPEL) Kabupaten Malang mengkritik keras oknum yang memasang media promosi, alat peraga sosialisasi seperti spanduk dan baliho tanpa memerhatikan etika dan kaidah pelestarian lingkungan hidup. Salah satunya dengan memaku alat peraga di pohon.

Bacaan Lainnya

Koordinator GAPPEL Kabupaten Malang, Ir. H. Joni Santoso M.Pdi, sangat menyesalkan pihak-pihak yang tidak memperhatikan kelestraian lingkungan dengan memasang alat promosi di pohon dengan cara memaku.

“Senyampang kita masih dalam suasana memperingati hari lingkungan, marilah kita belajar menghormati mahluk Tuhan yang lain salah satunya pohon,” ujarnya, Sabtu 06/06/2020.

Ir. H. Joni Santoso M.Pdi, mengatakan bahwa sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan hidup, GAPPEL meminta Pemkab Malang secara khusus Satpol PP untuk tegas melakukan penertiban baliho dan reklame yang di paku di pohon.

“Saya meminta Pemkab Malang dalam hal ini Satpol PP Kabupaten Malang untuk tegas melalukan penertiban baliho-baliho, reklame politik yang tidak berijin dan dipasang pada tempat yang bukan peruntukannya,” ujarnya.

Selain mengkritisi penegak perda, pria yang kesehariannya berprofesi sebagai pemungut sampah ini juga meminta kepada tim sukses atau sejumlah relawan pasangan calon Bupati Malang 2020 agar mementingkan etika dan komitmen menjaga lingkungan hidup.

“Saya juga memohon kepada para politisi, terutama yang sedang berebut simpati masyarakat dalam Pilkada 9 Desember nanti, tolong jangan hanya berfikir kepentingan sendiri dengan mengorbankan lingkungan hidup. Pohon itu juga mahluk hidup, hanya dia tidak bisa bicara bagaimana sakitnya saat dia dipaku,” ujarnya.

Bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tanggal 5 Juni 2020, menurut Abah Joni, alam dan lingkungan hidup, harus dijaga dan dipelihara, sebab sambungnya, bumi dan manusia adalah satu kesatuan yang menuntut keharmonisan. Dan Ia pun berharap, agar setiap politisi sadar akan hal itu.

“Silahkan berkampanye, itu hak para politisi, tapi lakukan dengan cara edukatif bukan merusak lingkungan. Tunjukkan bahwa anda memiliki kasih sayang, saya yakin masyarakat akan bersimpati kepada anda,” terangnya.

Untuk itu, Abah Joni berharap dengan adanya kritik keras ini Satpol PP dapat segera bertindak dan ia mengimbau agar masyarakat memilih calon Bupati Malang yang memiliki komitmen terhadap pelestarian lingkungan hidup.

“Kampanye yang dilakukan dengan cara hanya menjual tampang terlebih merusak lingkungan, rakyat akan menjadi ragu untuk memilih, karena bagaimana kemudian kita percaya ketika mereka terpilih mereka mampu membangun Kabupaten Malang ini, sementara saat mau nyalon saja mereka hanya bisa merusak,” pungkasnya. (*)

Pondok Pesantren di Malang

Pos terkait