KPUD Kab Malang Target Naikan Parisipasi 65 Persen, Meski Anggaran Tak Ada Penambahan

  • Whatsapp
Foto : Ketua KPUD Kab Malang, Anis Suhartini
Foto : Ketua KPUD Kab Malang, Anis Suhartini

MALANGSATU.ID – Pelaksanan pilkada Kabupaten Malang akan tetap digelar dengan anggaran yang tidak mengalami penambahan, yakni sesuai anggaran awal 85 miliar.

Bacaan Lainnya

Hal ini disampaikan oleh Ketua KPUD Kabupaten Malang, Anis Suhartini bahwa kebutuhan anggaran KPUD untuk menggelar Pilkada di Kabupaten Malang dipastikan tidak berubah.

“Tidak ada perubahan, tetap disepakati sebesar Rp 85 miliar,” ujarnya, Senin 29/6/2020.

Anis juga mengatakan bahwa untuk kebutuhan tambahan anggaran sebesar Rp 5 miliar, nantinya akan dipenuhi dari APBN pemerintah Pusat termasuk untuk kebutuhan APD. 

Menurut Anis Suhartini, karena moment Pilkada tersebut nantinya akan dilangsungkan ditengah merebaknya Pandemi Covid-19, artinya pelaksanaan Pilkada tersebut nantinya akan menerapkan aturan protokoler kesehatan pencegahan Covid-19.

“Untuk kebutuhan sarana protokoler kesehatan seperti APD nanti bisa dilakukan melalui hibah barang habis pakai,” terangnya.

Ketua KPUD Kabupaten Maalan, Anis Suhartini juga menjelaskan bahwa pihaknya menargetkan tingkat partisipasi masyarakat untuk pilkada mendatang bisa mencapai 65 persen. Menurutnya target tersebut sangat realistis  melihat tren partisipasi masyarakat yang terus menurun.

“Hasil evaluasi kami, mulai tahun 2005, 2010, 2015 tren parisipasi masyarakat cenderung menurun, alasannya masih tetap sama, yakni penyelenggaraan Pilkada di laksanakan di hari kerja, inilah yang menjadi tugas besar bagi kami agar tingkat partisipasi masyarakat bisa meningkat.” terangnya.

Berdasarkan hal tersebut, Anis Suhartini, menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan sosialisasi secara masif dengan membidik pemilih pemula, maupun masyarakat yang sudah pernah berpartisipasi sebelumnya. 

“Akan kita rumuskan untuk bisa menggerakan peningkatan partisipasi pemilih, tidak menutup kemungkinan kita lakukan lewat medsos maupun penggunaan videotron dan lembaga penyiaran milik Diskominfo. Kami kira ini cukup efektif kita terapkan ditengah pandemi Covid -19 ini,” tandasnya. (*)

Pondok Pesantren di Malang

Pos terkait