KPU Kab Malang Akan Tambah 500 TPS untuk Pilkada 2020

  • Whatsapp
Foto : Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, & SDM KPU Kabupaten Malang, Marhaendra Pramudya Mahardika
Foto : Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, & SDM KPU Kabupaten Malang, Marhaendra Pramudya Mahardika

MALANGSATU.ID – Pelaksanaan pilkada Kabupaten Malang yang akan digelar pada bulan Desember 2020 masih membutuhkan persiapan ekstra, karena gdlaran pilkada yang diperkirakan masih dalam masa pandemi yang kemuduan ada regulasi baru yang mensyaratkan jumlah pemilih per TPS hanya 500 pemilih.

Bacaan Lainnya

Hal ini yang kemudian oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Malang dihitung dan ditemukan kekurangan sekitar 500 tempat pemungutan suara (TPS) dalam persiapan Pilkada 2020 Kabupaten Malang. Katena dalam regulasi yang baru maksimal jumlah pemilih yang mencoblos di TPS, yang awalnya 800 pemilih menjadi 500 pemilih.

Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, & SDM KPU Kabupaten Malang, Marhaendra Pramudya Mahardika, mengatakan bahwa ada penambahan TPS karena ada regulasi baru.

“Pada awalnya, Estimasinya adalah hanya 4.200-an TPS. Namun, dengan adanya regulasi baru kami akan menambah kekurangan sekitar 500 TPS menjadi 4.700-an,” jelasnya, Minggu 7/6/2020.

Mahardika mengatakan bahwa belum bisa menetapkan secara pasti jumlah penambahan TPS, karena KPU Kabupaten Malang sedang proses menghitung daftar pemilih tetap (DPT) di Pilkada 2020 Kabupaten Malang.

Mahardika menyampaikan bahwa penambahan TPS akan dilakukan di dusun-dusun Kabupaten Malang. Sebelumnya satu dusun cukup dilayani satu TPS namun adanya regulasi baru satu dusun bisa memiliki dua TPS.

“Jumlah pemilih sebelumnya antara 600-700 pemilih per TPS, maka nantinya kalau ada dua TPS pemilihnya bisa 300-400 orang per TPS,” terangnya.

Dia juga menyampaikan bahwa dengan adanya penambahan TOS ini, mkaa akan berdampak juga dengan penambahan anggaran.

“Akan ada penambahan anggaran, Tapi belum tahu berapa, kami masih kami rasionalisasi,” tandasnya. (*)

Pondok Pesantren di Malang

Pos terkait