Kecamatan Singosari Terapkan Pengetataan Sosial Secara Mandiri

  • Whatsapp
Foto : Kecamatan Singosari terapkan pengetatan sosial Mandiri
Foto : Kecamatan Singosari terapkan pengetatan sosial Mandiri

MALANGSATU.ID – Kecamatan Singosari resmi berlakukan Pengetatan Sosial Secara Mandiri, sebagai dampak terus bertambahnya kasus konfirmasi positif Covid-19 dan untuk memutus terus bertambahnya penyebaran covid-19.

Bacaan Lainnya

Pengetatan Sosial Secara Mandiri ini sesuai agenda yang sebelumnya dibahas oleh Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah), dimana tidak semua wilayah di Kabupaten Malang bakal menerapkan pengetatan sosial.

Seperti yang disampaikan oleh Bupati Malang, HM Sanusi, bahwa agenda pengetatan sosial yang direncanakan berlangsung selama 14 hari ke depan tersebut, hanya fokus dilakukan di Malang Utara. Salah satunya adalah di Kecamatan Singosari. 

”Kabupaten Malang tinggal 3 Kecamatan saja yang masih zona merah, tiga itu adalah Kecamatan Singosari, Lawang, dan Karangploso. Maka dari itu, operasi pemberantasan kasus covid-19 akan di fokuskan di tiga kecamatan itu,” ujar Bupati Malang. 

Sementara itu, menurut Agus Nuraji selaku Plt Camat Singosari, mengatakan bahwa jika dalam penerapan Pengetatan Sosial hari pertama berjalan dengan lancar dan sesuai dengan ketentuan.

”Penerapan (pengetatan sosial) hari pertama berjalan landai, semua lancar-lancar saja,” ujarnya, Senin 15/6/2020.

Agus mengatakan bahwa sebelum penerapan pengetatan sosial Mandiri ini, pihaknya jauh-jauh hari sudah aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat, sehingga berjalan dengan lancar.

”Kami lakukan sosialisasi sebelum pelaksanaan (pengetatan sosial) kepada semua elemen, mulai dari tokoh masyarakat hingga tokoh agama semuanya sudah kita sosialisasikan. kepada seluruh perangkat desa, lurah, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas juga sudah melakukan sosialisasi ketingkat bawah mulai dari RT dan RW,” jelasnya.

Lebih lanjut, Agus mengatakan bahwa dalam penerapan pengetatan sosial tidak ada sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan, hanya dirinya berharap masyarakat dengan sadar mematuhi.

”Kami hanya memberikan imbauan dan edukasi, tidak ada sanksi, kalau hanya 1 kali melanggar ketentuan protokol kesehatan selama pengetatan sosial”, ujarnya.

Menurut Agus, sanksi akan diberikan bagi yang melakukan pelanggaran sebanyak tiga kali, maka ada opsi sanksi kerja sosial. 

”Bagi yang mrlanggar berkali-kali, opsinya adalah sanksi kerja sosial”, tandasnya. (*)

Pondok Pesantren di Malang

Pos terkait