Hasil Rapid Tes Negatif, Pemkot Malang Bagikan Sembako ke Warga Tanjungrejo Sukun

  • Whatsapp
Foto : Warga menerima bantuan sembako
Foto : Warga menerima bantuan sembako

MALANGSATU.ID – Warga Kelurahan Tanjungrejo Kecamatan Sukun Kota Malang memperoleh bantuan paket sembako dan menjalani tes rapid dan swab untuk mengantisipasi penularan Covid-19.

Bacaan Lainnya

“Alhamdulillah Pemkot Malang telah memberikan 26 paket sembako kepada warga yang melakukan isolasi mandiri,” tandas Ketua RW Kelurahan Tanjungrejo, Kecamatan Sukun Kota Malang Puri Adi Senin (29/6/2020).

Seperti diberitakan sebelumnya, warga Kelurahan Tanjungrejo Sukun Kota Malang, sempat was-was dan cemas buntut dari adanya satu pasien nenek S (50) yang dinyatakan positif Covid-19 dan sekarang dirawat di RST Kota Malang.

Didek panggilan akrab Puri Adi mengatakan, warga yang sudah didata oleh puskesmas melakukan rapid tes di puskesmas Janti dan hasilnya negatif semua alias non reaktif.

Selain itu juga dilakukan pemberian paket sembako untuk warga yang terdata dan harus menjalani isolasi mandiri.

Didek mengungkapkan, ada 6 orang yang menjalani rapid tes. Terdiri dari tiga orang dewasa dan tiga anak-anak.

Sementara juga dibagikan paket sembako berisi beras, gula, kopi, teh dan minyak goreng, masing-masing warga mendapat dua paket.

Didek menjelaskan, sayangnya dalam pemberian bantuan tersebut, tidak dilengkapi uang tunai.

“Tidak ada, ini sebenarnya yang ingin saya sampaikan bahwa warga yang kebetulan secara ekonomi berada pada kondisi yamg kurang mampu. Jika harus isolasi secara full, kebutuhan transaksi finansial warga sangat lumayan tinggi untuk ukuran mereka. Misal mereka harus berfikir uang arisan, cicilan motor, cicilan gadai dan lain-lain. Itulah yang kadang membuat warga tidak disiplin dalam menerapkan isolasi,” ” ujar Didek.

Didek mengatakan, sembako yang diberikan ini sudah tepat sasaran kepada yang berhak menerima.

Warga yang mendapatkan sembako adalah hasil pendataan puskesmas dan dicross check kepada warga lainnya.

Walau pada kenyataan dan pengakuan beberapa warga yang diketahui berinteraksi fisik, sebenarnya lebih banyak lagi,

Terkait swab tes, Didek mengatakan akan dijalankan besok Hari Selasa (30/6/2020) sekitar 12 orang yang menjalani swab tes di puskesmas Janti.

Didek menuturkan, semestinya pihak satgas Covid–19 Pemkot Malang ikut turun datang ke lokasi.

Karena selama ini yang aktif melakukan komunikasi dengan dirinya hanya lurah Tanjungrejo dan petugas medis puskesmas Janti.

“Saya berharap satgas Covid-19 segera turun dan menyampaikan sosialisasi ke warga  terkait Covid-19 dan protokol kesehatan,” terang Didek.

Didek mengatakan, wajar saja hingga kini masih ada kekhawatiran warga tertular.

“Selama hasil tes belum disampaikan warga sangat cemas. Tetapi saya berharap semua baik baik saja. Doakan saja,” pungkas Didek. (*).

Pondok Pesantren di Malang

Pos terkait