Gelar Diskusi Publik Peran Pemuda Dalam Pilkada, Ansor Kab Malang Dorong Isu Ekonomi Digital

  • Whatsapp
Foto : Diskusi publik Ansor Kab malang yang juga digelar secara vitual
Foto : Diskusi publik Ansor Kab malang yang juga digelar secara vitual

MALANGSATU.ID – Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Malang gelar Diskusi Publik menyoal peran pemuda dalam momentum pilkada Kabupaten Malang, Diskusi Publik ini digelar di Potrojoyo Cafe Sukun Kepanjen, Selasa 16/6/2020.

Bacaan Lainnya

Diskusi Publik yang digelar oleh Ansor Kabupaten Malang yang bekerjasama dengan Program Doktor Mengabdi Unibraw Malang dilakukan secara virtual melalui zoom meeting, sehingga bisa diikuti oleh seluruh kader Ansor dan banser se kabupaten Malang.

Dalam Diskusi Publik tersebut menghadirkan dua nara sumber, diantaranya Husnul Hakim Sy, MH. ketua Ansor Kabupaten Malang dan Fadilah Putra, Ph.D, wakil Direktur pasca sarjana Universitas Brawijaya Malang.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Direktur Pasca Sarjana UNIBRAW Malang, Fadilah Putra mengatakan bahwa diskusi publik yang mengusung tema peran pemuda dalam pilkada ini merupakan kerjasama program doktor mengabdi UNIBRAW bersama Ansor Kabupaten Malang.

“Kita pilih Ansor Kabupaten Malang sebagai mitra program Doktor mengabdi Unibraw, karena kita melihat ada potensi sumberdaya manusia yang melimpah”, ujarnya.

Menurut Fadilah Putra, Gerakan Pemuda Ansor merupakan organisasi yang memiliki struktur yang lengkap hingga tingkat desa.

“Ini merupakan potensi yang tidak semua organisasi kepemudaan miliki”, ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Fadilah Putra, pemilik gelar Ph.D ini menyampaikan bahwa melalui program Doktor mengabdi ini, pihaknya ingin mengajak Ansor Kabupaten Malang dalam momentum pilkada ini untuk turut berperan aktif.

“Artinya, Ansor turut berperan pada ruang ide dan gagasan yang kemudian dapat didorong menjadi bagian penting dalam visi, misi dan program dari kandidat kepala daerah pada pilkada nanti”, jelasnya.

Karena, menurut Fadilah Putra, pada setiap momentum pilkada, peranan pemuda kadang hanya terjebak pada permainan politik praktis, sehingga tidak berdampak pada kebijakan yang akan diambil oleh kepala daerah.

“Oleh karena itu, kami melihat kader Ansor berpotensi bisa kita ajak bersama mendorong kebijakan dan mengawalnya, karena SDM yang dimiliki cukup mumpuni, banyak sarjana dan intelektual muda yang ada di gerakan pemuda Ansor ini”, ungkapnya.

Lebih lanjut, Wakil Direktur Pasca Sarjana Unibraw ini, mengatakan bahwa dalam diskusi tersebut pihaknya mengajak Ansor Kabupaten Malang bersama-sama mendorong satu issu yang bisa di masukkan atau diusulkan menjadi program prioritas calon kepala daerah.

“Pada kesempatan ini kami ajak Ansor untuk mendorong issu ekonomi digital atau mendorong berkembangnya starts up untuk menjadi prioritas program calon kepala daerah”, jelasnya.

Issu ini, menurut Fadilah menjadi penting untuk didorong karena potensial sekali bagi kalangan pemuda di Kabupaten Malang.

“Metode yang kita gunakan adalah Schumpeter Workface Regim, dalam melihat potensi tersebut”, tandasnya.

Foto : Narasumber bersama kader Ansor dalam diskusi publik peran pemuda dalam pilkada

Sementara itu, Husnul Hakim Sy, MH. menyampaikan bahwa pada momentum politik pilkada ini, pihaknya ingin meningkatkan peran pemuda dan organisasi kepemudaan yang lebih baik lagi.

“Kita tidak ingin memberikan cek kosong kepada kepala daerah terpilih”, ujarnya.

Ketua Ansor Kabupaten Malang mengatakan persoalan selama ini yang terjadi tidak ada program khusus yang diarahkan pada penguatan peran pemuda dan organisasi kepemudaan.

“Tujuan dari kegiatan diskusi publik ini adalah tercapainya pemahaman tentang potensi konflik atau benturan sosial dalam konteks pilkada Kabupaten Malang 2020, Mampu memetakan strategi yang tepat dalam perannya sebagai organisasi massa untuk mencegah situasi krisis dan mendorong kearah kompetisi pilkada yang konstruktif dan Mengedukasi para pengurus organisasi pemuda Kabupaten Malang dalam merumuskan program dan agenda kerja inovatif dalam merespon proses politik Pilkada Kabupaten Malang 2020”, jelasnya.

Kemudian, Ketua Ansor Kabupaten Malang, Husnul Hakim menyampaikan bahwa target dari kegiatan ini adalah terbentuknya pemahaman dasar tentang pilkada, baik sebagai tantangan, persoalan maupun kesempatan dalam menciptakan perubahan dan terumuskanya arah program dan aspirasi dari organisasi pemuda kepada kandidat kepala daerah.

“Target selanjutnya adalah terjalinnya komunikasi formal dan informal antara organisasi pemuda dengan kandidat, tertampungnya program dan aspirasi organisasi pemuda kedalam visi, misi kandidat kepala daerah dan tercapainya kemampuan adaptasi organisasi pemuda (Ansor) dalam merespon dan mengantisipasi kebijakan strategis daerah, terutama disektor kepemudaan”, terangnya.

Husnul mengatakan bahwa dari diskusi publik tersebut, dapat ditemukan identifikasi isu strategis, diantaranya adalah keterlibatan pemuda dalam pembangunan sosial dan ekonomi, pengembangan starts up sebagai penguatan
ekonomi pemuda.

“Keterlibatan pemuda dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan pendidikan didesa dan keterlibatan pemuda dalam digitalisasi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan ekonomi kreatif”, tandasnya.

Ansor akan mendorong isu penguatan ekonomi digital dan pengembangan stars up bagi milenial Kabupaten Malang.

“Peran ini yang kadang terlupakan, sehingga ide dan gagasan pemuda tidak masuk dalam prioritas pembangunan didaerah”, jelasnya.

Bagi Ansor, menurut Husnul Hakim yang juga salah satu dosen Unira Malang ini, bahwa momentum pilkada adalah momentum politik yang harus tidak hanya sebagai perebutan jabatan kepala daerah, namun juga sebagai perebutan ide dan gagasan.

“Ide dan gagasan serta pikiran pemuda harus masuk dalam ruang kebijakan daerah dan jadi prioritas”, pungkasnya. (*)

Pondok Pesantren di Malang

Pos terkait