Bupati Malang Resmikan Taman Lele Di Kampung Tangguh Desa Kuwolu

  • Whatsapp
Foto : Bupati Malang bersama forkopimda kunjungi kampung. Tangguh kuwolu
Foto : Bupati Malang bersama forkopimda kunjungi kampung. Tangguh kuwolu

MALANGSATU.ID – Bupati Malang HM. Sanusi bersama Dandim 0818 Kabupaten Malang-Batu, Letkol Inf Ferry Muzawwad dan Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar meresmikan taman lele dan taman sayur mayur di Kampung Tangguh Semeru di Desa Kuwolu Kecamatan Bululawang, Selasa 16/6/2020.

Bacaan Lainnya

Pada peresmian taman lelen dan sayur tersebut juga dihadiri oleh Kepala OPD terkait, Muspika Bululawang, jajaran perangkat desa, serta tokoh masyarakat setempat dengan ditandai penebaran benih ikan lele dilanjutkan meninjau kampung tangguh semeru.

Bupati Malang, HM Sanusi juga meninjau lumbung pangan serta fasilitas kesehatan dan tempat beribadah di Desa Kuwolu Bululawang.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Malang mengatakan bahwa dalam kondisi pandemi ini, merupakan cobaan yang datang dari Allah SWT sejauh mana sebagai manusia wajib berikhtiar sehingga dalam tatanan kehidupan yang baru (new normal) ini diharapkan tetap waspada, tidak lengah dengan mengabaikan protokol kesehatan.

“Tetap waspada, wajib menggunakan masker, rajin cuci tangan dan tetap menjaga jarak, agar satu sama lain ketika ada yang terindikasi virus tidak tertular”, ujarnya.

Menurut Bupati Malang, bahwa Kecamatan Bululawang ini patut diapresiasi karena jadi role model bagi daerah lain dalam pencegahan Covid-19 dengan adanya kampung tangguh.

“Kampung tangguh di Kecamatan Bululawang ini jadi role model kecamatan lainnya, walaupun berawal dari ada yang positif covid, kemudian tertangani hingga sembuh total sehingga tidak berkembang,” tandasnya.

Sementara itu, Letkol Inf. Ferry Muzawwad, ketua satgas New Normal menyampaikan terkait dengan batuan yang diterima, pihaknya mengingatkan bahwa hal tersebut merupakan suatu keberkahan yang diterima.

“Tapi tolong setelah bantuan diterima, laksanakan kewajiban, kami hanya ingin masyarakat semuanya sehat mengingat beberapa waktu lalu disini ada empat orang positif covid dan Alhamdulillah sekarang sudah sembuh”, ujarnya.

Dandim 1808 ini mengatakan bahwa biarpun sudah sembuh semua, dirinya mengingatkan jangan senang dulu.

“Mari kita jaga, jangan sampai terjadi kedua kalinya, caranya kita pertahankan kondisi sehat seperti ini dengan mematuhi protokol kesehatan. Ayo semangat perangi virus ini”, tuturnya.

Dandim mencontohkan seperti yang dilakukan di RW 01 yang menjadikan sungai sebagai kolam lele.

“Peruntukannya juga bagi masyarakat yang membutuhkan, jaga kebersamaan dan gotong royong kita dalam melawan virus covid-19,” tegasnya.

Sedangkan Kapolres Malang yang turut hadir juga menghimbau khususnya bagi masyarakat Desa Kuwolu, mengingat disaat awal covid mulai mewabah, saat itu Bululawang ada yang dinyatakan positif, disitulah peran pemerintah memberikan dukungan moril.

“Sebelum munculnya kampung tangguh, desa ini sudah lebih dulu tangguh menghadapi Covid-19 ini, dimana 4 orang yang dinyatakan positif, berkat kepatuhan dan kerjasama dari seluruh warga akhirnya tidak ada yang tertular setelah itu”, ujarnya.

Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar mengatakan bahwa Desa Kuwolu ini dijadikan cintoh untuk Desa lainya.

“Saya selalu menjadikan daerah ini sebagai gambaran bahwa dengan kepatuhan yang penuh, maka tidak akan terjadi penambahan pasien. Ini luar biasa, untuk itu kampung tangguh akan terus kita galakkan”, tuturnya.

Kemudian Kapolres Malang menyampaikan bahwa Khususnya zona utara (Singosari dan Lawang) perlu diketahui kita laksanakan wilayah pengamanan yang diperketat, kita buatkan check point terutama di desa yang banyak terpapar positif.

“Hal ini cukup jadi gambaran jangan sampai terjadi di wilayah lain, jaga dan patuhi protokol kesehatan,” ajaknya. (*)

Pondok Pesantren di Malang

Pos terkait