Bupati Malang Perintahkan Dinkes Siapkan Rapid Test Untuk Santri Ponpes

  • Whatsapp
Foto : Bupati Malang, HM Sanusi
Foto : Bupati Malang, HM Sanusi

MALANGSATU.ID – Bupati Malang perintahkan Dinkes Kabupaten Malang untuk mempersiapkan alat rapid test bagi santri yang kembali masuk setelah dipulangkan karena adanya pandemi covid-19.

Bacaan Lainnya

Seperti yang disampaikan oleh Bupati Malang HM Sanusi bahwa dirinya telah meminta kepada Dinkes (Dinas Kesehatan) Kabupaten Malang untuk mempersiapkan alat rapid test bagi santri yang kembali masuk setelah dipulangkan karena adanya pandemi covid-19.

”Saya minta kepada Dinkes (Kabupaten Malang) untuk menyiapkan alat rapid test di setiap pondok pesantren. Jika ada yang positif segera dibawa ke safe house untuk dikarantina dan menjalani penanganan medis,” ujarnya, Rabu 3/6/2020.

Dalam menyambut new normal, memasuki era baru menghadapi pandemi Covid-19 direncanakan seluruh lembaga pendidikan akan masuk pada tanggal 15/6/2020, begitu pula pondok pesantren yang akan kembali beraktifitas dan santri kembali ke pondok pesantren.

Menghadapi kondisi tersebut, berbagai kesiapan sudah dilakukan oleh Pemkab Malang guna mengantisipasi adanya kelonjakan pasien, saat sektor pendidikan kembali berjalan. Point utamanya, tidak lain adalah protokol kesehatan.

Yakni meliputi mengenakan masker, cuci tangan di fasilitas yang sudah disiapkan pada lingkungan pendidikan, serta jaga jarak.

Khusus physical distancing, Pemkab Malang menggagas dua sistem. Pertama sistem ganjil genap sesuai tingkatan kelas untuk sekolah formal. Kemudian untuk pendidikan di ponpes, bakal menganut sistem 50 persen. Yaitu program belajar yang hanya diikuti oleh setengah dari kapasitas ruang pembelajaran di lingkungan ponpes.

Sementara itu, menurut Plt Sekda, Wahyu Hidayat mengaku bakal segera menggelar rapat khusus untuk merealisasi gagasan tersebut.

”Sistemnya nanti kita sesuaikan dengan kesiapan alat rapid test. Nanti prioritas dilakukan kemana, bakal diatur oleh Dinkes (Kabupaten Malang),” jelasnya.

Wahyu mengatakan bahwa pihaknya akan mengundang beberapa tokoh agama terutama pengelola serta pengasuh ponpes, untuk membahas teknis pelaksanaan rapid test di lingkungan pondok pesantren. (*)

Pondok Pesantren di Malang

Pos terkait