Bantuan Sosial Untuk Anak Yatim Piatu Tahap Kedua Dicairkan Oleh Pemkab Malang

  • Whatsapp
Foto : Bupati Malang serahkan bantuan sosial untuk yatim piatu
Foto : Bupati Malang serahkan bantuan sosial untuk yatim piatu

MALANGSATU.ID – Sebanyak 2060 anak yatim dan piatu yang mendapatkan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Malang. Bantuan ini merupakan tahap kedua Pemkab Malang mencairkan bantuan kepada anak yatim piatu.

Bacaan Lainnya

Seperti yang disamoaikan oleh Kepala Bagian Administrasi dan Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Setda Kabupaten Malang, Ir Dwi Iswahyudi, yang menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan tahap dua yang diberikan kepada 2060 anak yatim dan piatu.

“Untuk tahun 2020 ini ada 3.300 anak yatim dan piatu yang mendapatkan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Malang”, jelasnya, Selasa 2/6/2020.

Kepala Bagian Administrasi dan Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Setda Kabupaten Malang, Ir Dwi Iswahyudi, mengatakan bahwa tahap pertama sudah dicairkan kepada 1.240 anak.

“Sisanya dicairkan ditahap dua ini,’’ ujarnya.

Dwi mengatakan, bahwa bantuan sosial kepada anak yatim piatu ini bentuknya adalah uang dan masing-masing mendapatkan Rp 500 ribu.

“Namun demikian, uang tersebut tidak diberikan secara langsung atau tunai, tapi melalui rekening bank. Harapannya, melalui bantuan sosial ini, anak-anak yatim dan piatu tetap bisa melanjutkan sekolah”, ujarnya.

Lebih lanjut, Dwi mengatakan bahwa jika bantuan kepada anak yatim piatu ini merupakan program dari Pemerintah Kabupaten Malang. Dimana bantuan tersebut telah dianggarkan melalui APBD.

“Nilai total anggaran untuk bantuan sosial kepada anak yatim piatu ini Rp 1.6 Miliar. Diberikan kepada 3300 anak yatim piatu yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Malang,’’ ungkapnya.

Dwi juga mengatakan, ini bukan tahun pertama anak yatim piatu mendapatkan bantuan sosial. Tahun sebelumnya anak yatim piatu juga mendapatkan bantuan dari Pemkab Malang.

“Untuk bantuan sosial yang kami tangani tidak ada yang terkena rasionalisasi. Hanya saja, bantuan kepada kaum dhuafa ini yang kami tunda pemberiannya,’’ jelasnya.

Sementraa itu, untuk kaum dhuafa pencairannya ditunda, lantaran khawatir terjadi over lap bantuan.

“Karena kami yakin untuk kaum dhuafa di Kabupaten Malang 90 persen sudah mendapatkan bantuan sosial. Sehingga agar tidak over lap, ya itu, kami pilih menunda dulu pencairannya,’’ urainya.

Sementara bantuan tahap kedua untuk anak yatim piatu sendiri secara simbolis diberikan oleh Bupati Malang, HM Sanusi. (*)

Pondok Pesantren di Malang

Pos terkait