Bangkit Pasca Pandemi Covid-19, Potrojoyo Cafe Siapkan Kopi Khas Jambuwer

  • Whatsapp
Foto : Potrojoyo Cafe bangkit ditengah pandemi Covid-19
Foto : Potrojoyo Cafe bangkit ditengah pandemi Covid-19

MALANGSATU.ID – Potrojoyo Cafe yang berlokasi di Kelurahan Sukun Kepanjen, tepatnya sebelah utara Rumah Sakit Hasta Husada, kembali bangkit memasuki fase new normal setelah dua bulan mati suri karena oandemi Covid-19.

Bacaan Lainnya

Potrojoyo Cafe merupakan salah satu cafe favorit yang ada di wilayah Kepanjen yang menyajikan kopi khas Jambuwer.

Menurut Owner Potrojoyo Cafe, Rurid Rudianto bahwa dirinya tidak sekedar menyediakan kopi yang tidak jelas asal usulnya.

“Dicafe kami, kopinya khas asal Jambuwer Kromengan Malang, yang kami beri nama potrojoyo kopi”, ujarnya, Minggu 14/6/2020.

Kopi potrojoyo ini, menurut Rurid, merupakan kopi khas Jambuwer yang memiliki aroma khusus dan khas sekaligus berbeda dengan kopi lainya.

“Dalam prosesnya, kami dampingi petani mulai dari penanaman sampai pasca panen, sehingga menghasilkan kopi dengan aroma yang khas”, jelasnya.

Menurut Rurid, kopi yang disediakan di potrojoyo cafe adalah kopi pilihan.

“Kami sangat hati-hati dalam memilih kopi, sehingga pelanggan kami merupakan para penikmat kopi bukan peminum kopi”, tuturnya.

Rurid juga menuturkan bahwa dalam proses penggorengannya, kopi potrojoyo diproses dengan mesin modern.

“Kami rosting sendiri, kami miliki mesinnya, sehingga dalam prosesnya ditangani oleh ahli yang sudah profesional, dan kami juga punya barista yang sudah tersertifikasi dan berpengalaman”, jelasnya.

Menunya juga sangat bervariasi, menurut Rurid, di Potrojoyo Cafe ada banyak pilihan menu kopi yang disediakan.

“Menu yang kami siapkan bervariasi, dan metode penyajiannya diantaranya espresso treats, yang menghasilakan menu cappucino, cafe latte, affogato, mochacino, americano dan espresso. Sedangkan manual brew metod, menunya adalah V60 arabika, V60 robusta, aerpress arabika, aeropress robusta, Vietnam drip arabika, Vietnam drip robusta, tubruk arabika dan robusta”, jelasnya.

Sementara itu, ice cold treats menghasilkan menu ice cappucino, cafe latte, michacini, vietnam drip dan chocolate.

“Dari berbagai menu tersebut diolah oleh barista yang handal”, ujarnya.

Kemudian, Rurid mengatakan bahwa selain kopi yang berasal dari Jambuwer, potrojoyo cafe juga menyiapkan kopi dari berbagai daerah di seluruh nusantara.

“Kami juga siapkan kopi dari seluruh nusantara, sehingga pelanggan kami bisa memilih sesuai selera”, ujarnya.

Lebih lanjut, Rurid menyampaikan bahwa dampak dari pandemi Covid-19 sangat terasa bagi perkembangan usaha cafe di Kabupaten Malang.

“Sangat terdampak, kami dua bulan ini praktis tak bisa buka karena ada anjuran untuk physical distancing dan dibatasi waktunya”, jelasnya.

Namun demikian, pasca penerapan PSBB dan memasuki fase new normal ini, Rurid optimis akan kembali bangkit dengan menu yang disiapkan dan kopi yang berkualitas.

“Kualitas kopi sangat kami utamakan dan pelayanan yang memuaskan untuk para pelanggan, bagi pelanggan kami siapkan wifi dengan kapasitas istimewa”, tandasnya. (*)

Pondok Pesantren di Malang

Pos terkait