WPA Turen Kecam Tindakan Prank Ferdian Pada Kelompok Transpuan Di Kota Bandung

  • Whatsapp
Foto : Komunitas WPA Turen Malang
Foto : Komunitas WPA Turen Malang

MALANGSATU.ID – Komunitas Warga Peduli AIDS (WPA) Kecamatan Turen Kabupaten Malang mengecam keras tindakan prank pembagian sembako oleh Ferdian Paleka pada kelompok transpuan di Kota Bandung.

Bacaan Lainnya

“Kami mengecam keras tindakan prank itu. Kami menuntut agar pelaku mendapatkan hukuman atas tindakan yang melecehkan hak-hak manusia itu,” tandas Ketua WPA Turen, Tri Nurhudi Sasono ,M.Kep.

Seperti diketahui, kasus perlakuan tindakan diskriminasi dan tidak manusiawi terhadap kelompok transpuan atau istilah Indonesia yang familiar disebut Waria (wanita pria) saat kondisi pandemi Covid-19 ini kembali terjadi kepada kelompok Transpuan di Kota Bandung.

Pada tanggal 1 Mei 2020 dini hari di Jl.Ibrahiem Adjie, 4 Transpuan direndahkan dengan tindakan Ferdian Paleka dan teman-temannya yang memberikan paket bantuan sembako yang diisi sampah dan batu.

Keesokan harinya pelaku kemudian mengupload video tindakan tersebut kepada publik melalui media sosial Youtube.

Setelah viral melalui media sosial, pada malam hari tanggal 3 Mei 2020 malam, pihak kepolisian melakukan pengejaran terhadap pelaku sehingga tertangkap di Tol Merak-Jakarta.

Kondisi yang sama pernah terjadi dan tidak jauh berbeda sebelum terjadinya pandemik, dimana kelompok Transpuan sering menjadi korban kekerasan verbal, fisik, dan diskriminasi.

Seperti Kasus pembunuhan Mira di Cilincing, Exanty di Bandung, dan tindakan kekerasan harian lainnya menunjukan bahwa kelompok Transpuan/Waria sangat beresiko mendapat perlakuan kekerasan.

Kondisi ini menunjukan masih rendahnya pengetahuan masyarakat dalam bertoleransi dan saling peduli terhadap sesama.

Tri mengatakan, setiap warga negara Indonesia mempunyai hak yang sama termasuk kelompok transpuan maupun teman-teman ODHIV ataupun juga penderita Covid-19.

Masyarakat harusnya tahu dan paham tentang Hak Asasi Manusia mengutip dalam Universal Declaration of Human Rights/ Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (UDHR/DUHAM) disebutkan pada pasal 7 bahwa “Semua orang sama di depan hukum dan berhak atas perlindungan hukum yang sama tanpa diskriminasi. Semua berhak atas perlindungan yang sama terhadap setiap bentuk diskriminasi yang bertentangan dengan Deklarasi ini, dan terhadap segala hasutan yang mengarah pada diskriminasi semacam ini”.

Tri menututkan, WPA Turen Yayasan Cahaya Kasih Peduli organisasi masyarakat yang berada di Shelter Rumah Singgah ODHA Jl. KH. Wahid Hasyim RT.03/RW 02 Talok Turen Kabupaten Malang yang tugas fungsinya adalah memfasilitasi dan pendampingan bagi ODHIV, Kelompok Transpuan dan Warga Peduli AIDS di Wilayah Turen dan sekitarnya menyatakan sikap :

  1. Mengecam dan mengutuk keras tindakan diskriminasi dan merendahkan martabat manusia yang dilakukan oleh Pelaku Youtuber asal Bandung Ferdinan Paleka.
  2. Berharap agar pelaku dihukum dengan hukuman yang setimpal.
  3. Meminta negara melalui pemerintah untuk selalu melakukan perlindungan kepada kelompok transpuan dimanapun berada dengan tidak pilih kasih dan selalu bersikap adil.

Tri yang juga Dosen STIKes Kepanjen menuturkan semoga kejadian kasus di Bandung ini benar-benar menjadi yang terakhir kalinya dan berharap tidak terjadi di wilayah Turen Kabupaten Malang khususnya.

“Manusia memang tidak luput dari kesalahan tapi paling tidak kita bisa belajar banyak dari kejadian-kejadian sebelumnya atau mau belajar ilmu pengetahuan khususnya keilmuan HIV-AIDS. Sehingga Kita semua bisa mencegah terjadinya kasus diskriminasi maupun stigma kepada ODHIV, ODHA, kelompok transpuan ataupun kelompok rentan lainnya,” pungkas Tri. (*)

Pondok Pesantren di Malang

Pos terkait